Tuesday, 3 December 2013

lima karakter manusia di masyarakat...





Lima Jenis Orang

Ada lima jenis orang : Egois, Fanatik, Munafik, penipu dan bodoh / bijak, yaitu :

 

Orang Egois

Orang egois akan menganggap dirinya paling dan selalu mengangap dirinya paling benar serta melihat orang lain di bawahnya dan perlu diluruskan. Orang yang seperti ini akan selalu tertipu dan pada akhirnya ia selalu menyesali perbuatannya.

Orang Fanatik

Orang fanatik akan menganggap dirinya sudah suci dan masuk surga, ia menganggap orang lain tersesat dan harus disucikan. Orang seperti ini akan selalu menonjolkan ajarannya dan berkata katanya, padahal ia sendiri masih tidak yakin apa ini benar / salah.

Orang seperti ini biasanya sangat sensitif dan cepat bersemangat, tetapi cepat turun. lama kelamaan ia bingung dan akhirnya ia malah meninggalkan ajaran sebenarnya serta tidak mau mengikuti ajaran yang dulu ia banggakan.

Orang Munafik

Orang munafik akan menganggap dirinya penting dan tidak memperdulikan orang lain, ia hidup untuk dirinya sendiri sampai-sampai ia mengikari keinginan hatinya, kerjaannya menutupi keinginannya dan berpura-pura tidak mau dan mengingkari kemauannya sendiri.
Hati dan perkataan tidak sama. Mau / tidak mau sangat sulit di bedakan, ia hidup dalam penyangkalan diri sendiri dan kahirnya ia tidak bisa tahu apa itu kebahagiaan.

Orang Penipu

Orang penipu akan menganggap dirinya paling pintar padahal ia tahu ia tidak seberapa pintar. Ia berusaha mengalahkan dan mencari kelemahan orang lain, kemudian ia bersikap bagai guru besar dan pengajar paling benar, kerjaannya membuat orang fanatik dan percaya padanya, sesudah ia akan mencari keuntungan dari orang itu. Ada pepatah berkata, "Kebijakan orang bijak juga dipelajari oleh penipu."

Orang Bodoh / Bijak

Ia hidup apa adanya dan bersikap apa adanya, terkadang ia membuang kesempatan karena melihat kebenaran, ia menolak keuntungan demi kejujuran, melihat kenyataan dan menjalani kenyataan.

lima jenis karakter orang



Lima Jenis Orang

Ada lima jenis orang : Egois, Fanatik, Munafik, penipu dan bodoh / bijak, yaitu :

Orang Egois

Orang egois akan menganggap dirinya paling dan selalu mengangap dirinya paling benar serta melihat orang lain di bawahnya dan perlu diluruskan. Orang yang seperti ini akan selalu tertipu dan pada akhirnya ia selalu menyesali perbuatannya.

Orang Fanatik

Orang fanatik akan menganggap dirinya sudah suci dan masuk surga, ia menganggap orang lain tersesat dan harus disucikan. Orang seperti ini akan selalu menonjolkan ajarannya dan berkata katanya, padahal ia sendiri masih tidak yakin apa ini benar / salah.

Orang seperti ini biasanya sangat sensitif dan cepat bersemangat, tetapi cepat turun. lama kelamaan ia bingung dan akhirnya ia malah meninggalkan ajaran sebenarnya serta tidak mau mengikuti ajaran yang dulu ia banggakan.

Orang Munafik

Orang munafik akan menganggap dirinya penting dan tidak memperdulikan orang lain, ia hidup untuk dirinya sendiri sampai-sampai ia mengikari keinginan hatinya, kerjaannya menutupi keinginannya dan berpura-pura tidak mau dan mengingkari kemauannya sendiri.
Hati dan perkataan tidak sama. Mau / tidak mau sangat sulit di bedakan, ia hidup dalam penyangkalan diri sendiri dan kahirnya ia tidak bisa tahu apa itu kebahagiaan.

Orang Penipu

Orang penipu akan menganggap dirinya paling pintar padahal ia tahu ia tidak seberapa pintar. Ia berusaha mengalahkan dan mencari kelemahan orang lain, kemudian ia bersikap bagai guru besar dan pengajar paling benar, kerjaannya membuat orang fanatik dan percaya padanya, sesudah ia akan mencari keuntungan dari orang itu. Ada pepatah berkata, "Kebijakan orang bijak juga dipelajari oleh penipu."

Orang Bodoh / Bijak

Ia hidup apa adanya dan bersikap apa adanya, terkadang ia membuang kesempatan karena melihat kebenaran, ia menolak keuntungan demi kejujuran, melihat kenyataan dan menjalani kenyataan.

behind the scene of silvestre stalone





Ia lahir dari keluarga miskin di New York, di tangga pintu sebuah sekolah.

Akibat proses kelahiran yg kurang lancar, ada kelainan saraf di bagian mukanya, sisi kanan wajahnya menjadi tdk normal.

Ia juga berbicara gagap, & ujung bibirnya selalu tertarik ke bawah.

Karna kekurangannya, di usia remaja ia dimasukkan ke sekolah bagi anak dgn kebutuhan khusus.

Ia punya mimpi utk menjadi aktor.
Ia mengikuti audisi ke mana-mana, tapi wajahnya yg "seperti org cacat mental" & gaya bicara yg gagap, serta aktingnya yg kaku, membuat ia selalu di tolak.

Tapi ia pantang menyerah walau ditolak sebanyak 1500x.

Dia mendapatkan peran pertamanya dgn datang ke sebuah agency pukul 4 sore,
Tapi agen film menolak utk bertemu dgn nya.

Keesokan paginya ketika sang agen datang, ia menemukan si pemuda tetap menunggu.

Akhirnya sang agen tsb tdk tega & memberinya kesempatan sebagai pemain figuran yg muncul beberapa menit saja.

Hidupnya tak kunjung membaik.
Istrinya mulai tdk tahan & selalu memintanya mencari pekerjaan "sungguhan", tapi ia tetap bersikeras dgn impiannya di dunia akting.

Titik terendah dlm hidupnya adalah saat ia harus menjual Timmy, anjing kesayangannya US $25 utk bisa menyambung hidupnya.

Pemuda tsb adalah Sylvester Stallone, yang biasa dipanggil "Sly".

"Rocky" & "Rambo" adalah beberapa film awal yg dibintanginya & melambungkan namanya sebagai ikon film laga Hollywood

alasan jackie chan menyumbangkan seluruh warisannya




 
Waktu kecil Cheng Lung atau Jackie Chan, tinggal di sebuah gang kumuh, ia kerap mendapatkan makan bubur jatah dari pemerintah, ia terbiasa berhari-hari kelaparan dan kedinginan.

Suatu saat ia mendengar ada pembagian jaket bagi kaum miskin, ia mendapatkan jaket paling jelek, tapi itu jaket itu membuatnya hangat, ia suka sekali jaket itu dan dirawat baik-baik, padahal jaket itu adalah jaket bekas yang amat jelek, tapi bagi Jackie Chan inilah barang berharga yang dia punya, dia selalu bersyukur dan berdoa pada Tuhan mengucapkan terima kasih kepada orang yang memberikan jaket ini.

Waktu jaket itu diberikan oleh petugas sosial, seorang petugas itu berkata: "Kamu sudah ditolong, nanti kalo kamu berhasil kamu harus menolong.

Kelak ketika dia kaya raya, ucapan petugas pemerintahan itu selalu diingatnya, ia bekerja keras, Sekarang Jackie Chan adalah aktor terkaya di dunia, namun kekayaannya tidak membuat ia harus hidup mewah, seluruh kekayaan sejumlah Rp.1,2 Trilyun ia sumbangkan semua ke orang miskin di Tiongkok, ia paham bagaimana hidup susah dulu, kelaparan dan selalu dihina orang, ia ingin orang miskin di Tiongkok mendapatkan kehormatannya dan kesejahteraannya, Sekarang Jackie Chan bekerja sebagai penasihat pemerintah dalam melawan kemiskinan.

Jackie Chan punya hati manusia, tanpa ia mengkhotbahkan agama apalagi menjual agama, Ia berkomitmen terhadap hidupnya, dan janjinya, inilah pelajaran terbesar Jackie Chan pada kita soal kemanusiaan.