Friday, 9 August 2013

Napoleon Bonaparte sang penakluk Eropa



Kaisar Napoleon Bonaparte (lahir di pulau Korsika, 15 Agustus 1769 – meninggal 5 Mei 1821 pada umur 51 tahun). Ia berasal dari sebuah keluarga bangsawan lokal dengan nama Napoleone di Buonaparte (dalam bahasa Korsika, Nabolione atau Nabulione). Di kemudian hari ia mengadaptasi nama Napoléon Bonaparte yang lebih berbau Perancis.
Ia menjadi siswa di Akademi Militer Brienne tahun 1779 pada usia 10 tahun, kecerdasannya membuat Napoleon lulus akademi di usia 15 tahun. Karier militernya menanjak pesat setelah dia berhasil menumpas kerusuhan yang dimotori kaum pendukung royalis dengan cara yang sangat mengejutkan: menembakkan meriam di kota Paris dari atas menara. Peristiwa itu terjadi tahun 1795 saat Napoleon berusia 26 tahun. Berbagai perang yang dimenangkannya diantaranya melawan Austria dan Prusia.Pada masa kejayaannya, Napoleon Bonaparte menguasai hampir seluruh dataran Eropa baik dengan diplomasi maupun peperangan. 
Napoleon seperti manusia pada umumnya memiliki cinta pertama. Adalah Bernadiné Eugiené Désirée Clary, seorang gadis yang ia cintai pertama kali dan juga merupakan adik ipar dari kakak lelaki Napoleon. Désirée bertunangan dengan Napoleon saat Napoleon masih menjadi jendral miskin. Mereka saling mencintai satu sama lain, bahkan ketika Napoleon tertangkap dan tidak punya uang, Désirée lah yang berusaha membantunya dan meminjamkannya uang. Sebenarnya mereka ingin segera mungkin menikah, namun karena Désirée adalah anak bungsu, ia diminta menunggu hingga berusia 16 tahun dan barulah ia diperbolehkan menikah. Akan tetapi sebelum ia berusia 16 tahun, lelaki kekasihnya itu harus pergi ke Paris guna meminta haknya sebagai seorang jenderal, dan mereka pun berpisah sementara waktu. Perjuangan Napoleon di Paris tampaknya tak berhasil, ia malah semakin terpuruk terutama kondisi keuangannya. Dan itu berdampak bagi hubungannya dengan Désirée yang semakin menjauh.
            Désirée yang masih sangat berharap Napoleon segera menikahinya akhirnya menyusul Napoleon ke Paris akan tetapi yang ia temukan malah kekasihnya itu telah bertunangan dengan seorang janda kaya dan akan segera menikah. Désirée yang patah hati berusaha melupakan tunangannya itu. Sementara itu Napoleon dengan kekuatannya perlahan-lahan menaklukan negara-negara Eropa dan menjadi jenderal besar. Kehidupan Désirée pun mengalami banyak perubahan, ia bertemu dengan Jenderal Jean-Baptiste Bernadotte dan akhirnya menikah.

            Dalam banyak kisah diceritakan bahwa walaupun kehidupannya terpisah dengan pasangan dan dunia masing-masing, keduanya tidak pernah bisa benar-benar melupakan satu sama lain. Napoleon yang telah menjadi kaisar Perancis akhirnya terpisahkan dengan cinta pertamanya, karena setelah menikah, Désirée dan suaminya diadopsi lalu diangkat menjadi Putera Mahkota Swedia. Kemudian terjadilah hal yang ditakutkan Napoleon kalah perang akibat persekutuan musuh-musuh Perancis seperti Rusia, Austria, dan Swedia yang dipimpin oleh mantan bawahan Napoleon dan suami Désirée, dan Perancis harus jatuh ke tangan musuh.
            Kisah percintaan pertama Kaisar Perancis ini rupanya menarik perhatian banyak pihak, terutama setelah terbitnya buku berjudul Désirée karya Annemarie Selinko yang kemudian diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama pada tahun 1955. Dalam kisah tersebut dinyatakan bahwa keduanya masih saling memikirkan satu sama lain
Désirée yang kemudian menjadi Ratu Swedia dan Norwegia memang sangat mencintai suaminya akan tetapi ia tidak pernah bisa melupakan cinta pertamanya. Begitu juga Napoleon, dibalik petualangan cintanya dengan beberapa wanita dan peperangannya, ia tidak pernah melupakan Désirée, cinta pertamanya. Salah satu dialog Désirée dalam buku tersebut berbunyi; Aku adalah bagian dari masa muda Napoleon, itulah penjelasannya. Dan tidak seorang lelakipun melupakan masa mudanya. 
Dalam organisasi militer, Napoleon mengenalkan istilah korps, yang terdiri atas kumpulan divisi. Pembentukan korps ini juga didukung oleh besarnya pendaftaran tentara yang mengakibatkan jumlah tentara menjadi membengkak, sehingga diperlukan suatu kesatuan tentara yang lebih besar dari divisi.
Napoleon juga dikenal dengan penggunaan artileri secara besar-besaran untuk menghancurkan tentara musuh, ketimbang menggunakan tentara infantri secara langsung. Dalam pemilihan artileri, Napoleon memilih artileri yang memiliki mobilitas tinggi agar bisa mendukung taktik manuver yang sering digunakannya dalam pertempuran. Salah satu artileri yang sering digunakan adalah meriam Sistem Tahun XI yang sebenarnya lebih merupakan inovasi dari meriam Sistem Gribeauval.
Politik Napoleon senantiasa menumbuhkan keyakinan bahwa dialah seorang yang membela Revolusi Perancis. Tetapi, di tahun 1804 dia sendiri pula yang memperoklamirkan diri selaku Kaisar Perancis. Tambahan lagi, dia mengangkat tiga saudaranya keatas tahta kerajaan di beberapa negara Eropa. Langkah ini tidak bisa tidak menumbuhkan rasa tidak senang pada sebagian orang-orang Republik Perancis yang menganggap tingkah itu sepenuhnya merupakan pengkhianatan terhadap ide-ide dan tujuan Revolusi Perancis. Tetapi, kesulitan utama yang dihadapi Napoleon adalah peperangan dengan negara-negara asing.
Di tahun 1802, di Amiens, Napoleon menandatangani perjanjian damai dengan Inggris. Ini memberi angin lega kepada Perancis yang dalam tempo sepuluh tahun terus-menerus berada dalam suasana perang. Tetapi, di tahun berikutnya perjanjian damai itu putus dan peperangan lama dengan Inggris dan sekutunya pun mulai lagi. Walaupun pasukan Napoleon berulang kali memenangkan pertempuran di daratan, Inggris tidak bisa dikalahkan kalau saja armada lautnya tak terlumpuhkan. Malangnya untuk Napoleon, dalam pertempuran yang musykil di Trafalgar tahun 1805, armada laut Inggris merebut kemenangan besar. Karena itu, pengawasan dan keampuhan Inggris di lautan tidaklah perlu diragukan lagi. Meskipun kemenangan besar Napoleon (di Austerlitz melawan Austria dan Rusia) terjadi enam minggu sesudah Trafalgar, hal ini sama sekali tidak bisa menghapus kepahitan kekalahan di sektor armada laut.

Namun tidak semua peperangan berhasil dimenangkannya. Kegagalan dalam menginvasi daratan Mesir yang akibatnya berhadapan dengan kekuatan Inggris, Mamluk dan Utsmani. Meski di daratan gurun, Napoleon sukses mengalahkan tentara gabungan Utsmani dan Mamluk dalam Pertempuran Piramida, tetapi beberapa hari kemudian armada Perancis dikalahkan oleh armada Inggris di bawah pimpinan Laksamana Horatio Nelson di Teluk Aboukir. Armada Horatio Nelson untuk kedua kalinya berhasil mengalahkan armada Perancis. Kali ini pada pertempuran laut di Trafalgar antara armada Perancis-Spanyol yang dipimpin oleh Admiral Villeneuve dengan armada Inggris yang dipimpin oleh Laksamana Nelson meskipun Nelson gugur dalam pertempuran ini 
Kegagalan dalam menginvasi Rusia karena ketangguhan dan kecerdikan strategi Jendral Mikhail dan Tsar Alexander dalam menghadapi pasukan Perancis dengan memanfaatkan musim dingin Rusia yang dikenal mematikan serta pengkhianatan Raja Swedia. Strategi Rusia dalam hal ini adalah membakar kota Moskwa ketika Napoleon berhasil menaklukkan kota itu setelah melewati pertempuran melelahkan di Borodino dan mengharapkan sumber logistik baru. Kekalahan di Rusia diulangi lagi oleh Adolf Hitler dari Jerman pada Perang Dunia II.
Kekalahan yang mengakhiri kariernya sebagai Kaisar Perancis setelah melarikan diri dari Pulau Elba dan memerintah kembali di Perancis selama 100 hari adalah kekalahan di Waterloo ketika berhadapan dengan kekuatan Inggris yang dipimpin Duke of Wellington, Belanda oleh Pangeran van Oranje dan Prusia yang dipimpin oleh General Blücher serta persenjataan baru hasil temuan Jendral Shrapnel dari Inggris, yang mengakibatkan dia dibuang ke Pulau Saint Helena sampai wafatnya.

http://media.isnet.org/iptek/100/Bonaparte.html
http://google//wiklipedia//Napoleon Bonaparte



No comments:

Post a Comment