Pesan Putra sang Fajar:
Bung
Karno dilahirkan tanggal 6 Juni tahun 1901. Ia dilahirkan setengah enam
pagi, saat fajar mulai menyingsing. “Jangan lupakan itu, jangan
sekali-kali kau lupakan, nak, bahwa engkau
ini putra sang fajar,” begitu pesan Ibundanya kepada Bung
Karno.Kelahiran Soekarno juga disambut peristiwa alam: letusan gunung Kelud.
Soekarno dikenal sebagai Presiden pertama Republik Indonesia dan juga
sebagai Pahlawan Proklamasi. Ketika dilahirkan, Soekarno diberikan nama
Koesno Sosrodihardjo oleh orangtuanya. Namun karena ia sering sakit maka
ketika berumur lima tahun namanya diubah menjadi SOEKARNO. Nama
tersebut diambil dari seorang panglima perang dalam kisah Bharata Yudha
yaitu karna. Nama "Karna" menjadi "Karno" karena dalam Bahasa jawa huruf
"a" berubah menjadi "o" sedangkan awalan "su" memiliki arti "baik".
Nama
Presiden Soekarno dikenal sangat besar dan harum oleh rakyat Indonesia
karena jasa-jasanya. Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno.
Setelah
melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada
17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir.Soekarno
mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17
Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs Moh Hatta memproklamasikan kemerdekaan
Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara
aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama.
Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok.
Presiden Soekarno semasa hidupnya dikenal memiliki pesona, sehingga dengan mudah menaklukkan wanita-wanita cantik yang diinginkannya. Sejarah mencatat Bung Karno sembilan kali menikah.
Soekarno
yakin kebenaran akan menang, walau harus kalah dulu berkali-kali. Dia
yakin suatu saat penjajah Belanda akan kalah oleh perjuangan rakyat Indonesia.
. Karena
kecintaan Soekarno pada seni dan budaya, Istana Negara penuh dengan aneka
lukisan, patung dan benda-benda seni lainnya. Setiap pergi ke daerah, Soekarno
selalu mencari sesuatu yang unik dari daerah tersebut. Dia menghargai setiap
seniman, budayawan hingga penabuh gamelan. Soekarno akan meluangkan waktunya
untuk berbincang-bincang soal seni dan budaya setiap pagi, di samping bicara
politik.
Pemberontakan
G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas
pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat
Presiden.
Bung Karno, di akhir hayatnya sangat nista. Ia dinista oleh penguasa
ketika itu. Ia sakit, dan tidak mendapat perawatan yang semestinya bagi
seorang Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus tokoh
pemersatu bangsa. Bahkan untuk sekadar bisa menghirup udara Jakarta
(dari pengasingannya di Bogor), ia harus menulis surat dengan sangat
memelas kepada Soeharto.
Berikut kutipan Pesan Soekarno kepada Rakyat Indonesia
- Berikan
aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan
aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)
-“Tidak
seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti
dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk
mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno)
-“Jadikan
deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden
sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah
kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha
Esa.” (Soekarno)
-“Apabila
di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat
suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan
bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno)
-“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)
-“Perjuanganku
lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih
sulit karena melawan bangsamu sendiri.”
-“Bangsa
yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak
dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi
1963 Bung Karno)
-“……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno)
-“Kita
belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa
pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali “. (Pidato HUT
Proklamasi, 1949 Soekarno)
-“Janganlah
mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama
masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai !
Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” (Pidato
HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno)
-“Firman
Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu :
“Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma
biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum
bangsa itu merobah nasibnya” (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno)
-“Janganlah
melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna
sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.”
(Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno)
-“Apakah
Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita
sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri,
kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah
Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno)
-“Aku
Lebih suka lukisan Samodra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu,
dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, “Kadyo siniram wayu
sewindu lawase” (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno)
-“Laki-laki
dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap
sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang
setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak
dapatlah terbang burung itu sama sekali.” ( Sarinah, hlm 17/18 Bung
Karno)Refrensi:
dikutip dari penggalan buku "dibawah bendera merah putih"
http;google//wiklipedia//soekarno the first indonesian president//quotations
http;//google//kumpulan pidato soekarno
No comments:
Post a Comment