Life isn't about the Journey.. Life about the power of kindness. Truth,simplicity and Love
Sunday, 22 September 2013
Jangan hanya melihat dari satu sisi, baik dan buruk itu relatif
(tulisan ini dibuat bukan untuk mengungkap
sejarah karna sejarah milik pemenang perang namun untuk membuktikan bahwa baik dan
buruk itu relative dan jangan hanya melihat hanya dari satu sisi)
Dalam
kisah Ramayana diceritakan bahwa perang antara Rama dan Rahwana disebabkan oleh
Rahwana yang menculik Dewi Sintha,istri Sri Rama. Rama digambarkan dengan seseorang yg baik, tampan dan jujur,
seorang ksatria yang gagah berani sebaliknya Rahawana selalu digambarkan sebuah
pribadi yg kejam, namum ada beberapa hal yang janggal yang ditemukan setelah
membaca cerita Ramayana. Berikut kronologi Kisah Ramayana.
1. Sri Rama adalah anak Raja Ayodyapura
namun karena ayahnya telah berjanji kepada salah satu istrinya maka adik
tirinyalah yang menjadi Raja Ayodyapura, adiknya bernama Bharata.kemudian ia
dan adiknya yang bernama laksmana pergi kedalam hutan bersama istrinya, dewi
sita yang ia menangkan melalui sayembara.
2. Ketika melakukan pertapaan, adik
perempuan dari raja Alengka, melihat mereka bertiga.
3. Adik
Rahwana merasakan jatuh cinta kepada laksmana ( adik Sri Rama) namun laksmana
menolak cinta dari adik Rahwana karena telah bersumpah untuk membujang seumur
hidup dan setia kepada Sri Rama. Laksmana kemudian memotong hidung dari adik Rahwana.
4. Adik
Rahwana mengadu kepada Rahwana bahwa ia telah disakiti oleh laksmana,kemudian
dengan amarah Rahwana mencari laksmana namun ia terpesona oleh paras dewi sita.
5. Ia
kemudian berubah menjadi kijang emas, saking indahnya kijang itu. Dewi sita
merengek-rengek kepada Sri Rama untuk menangkap kijang tersebut,kemudian Sri
Rama meminta adiknya untuk menjaga dewi sita. Sri Rama akhirnya mengejar kijang
tersebut hingga jauh kedalam hutan.
6. Setelah
sekian lama tidak kembali,dewi sita meminta laksmana untuk menyusul Sri ram
kedalam hutan, akhirnya laksmana menuruti permintaan dewi sita dan membuatkan
lingkaran yang tidak dapat di tembus oleh siapapun dan meminta dewi sita agar
tidak keluar dari lingkaran tsb hingga mereka kembali.
7. Rahwana
akhirnya menyamar sebagai pengemis tua yang kelelahan dan meminta sedekah
kepada dewi sita, akhirnya dewi sita keluardari lingkaran tersebut,kemudian
rahwana membawa lari dewi sita namun di perjalanan ke Alengka,ia dihalangi oleh
jatayu, terjadilah perang antara Jatayu dan Rahwana, Akhirnya Jatayu kalah.
8. Sesampainya
di Alengka,rahwana membuatkan istana yang megah dengan taman yang indah serta
beberapa dayang – dayang terbaik untuk menemani dewi sita.
9. Sekembalinya
dari hutan Sri Rama dan Laksmana tidak menemukan dewi sita, akhirnya mereka
mencari di sekeliling daerah tersebut. Kemudian mereka bertemu dengan Jatayu
yang Sekarat. Dan jatayu memberitahukan bahwa Dewi sita diculik oleh rahwana ke
Alengka.
10. Dalam
perjalanan ke Alengka Sri Rama bertemu dengan sugriwa, yang disiksa oleh
subali, dan dengan bantuan Sri Rama,akhirnya Subali Berhasil di bunuh, sugriwa
akhirnya naik tahta dan menjadi Raja. Dan ikut membantu membangun Jembatan
menuju Alengka.
11. Sesampainya
di Alengka mereka menyerang kerajaan Alengka dan dengan bantuan dari Wibisana,
adik dari Rahwana, Rahwana akhirnya gugur di medan perang dan menyelamatkan dewi sita.
12. Laksmana
menjadi Raja di Alengka, menggantikan Rahwana karna saudara – Saudaranya
beserta anak – anak dari Rahwana telah gugur di medan perang.
13. Sri
Rama meminta dewi sinta melompat kedalam api untuk membuktikan bahwa dewi sita
masih suci.
Dari kisah tersebut ada
beberapa hal yang mungkin bisa di pertimbangkan dalam penggambaran tokoh di
cerita Ramayana.
-
Rahwana digambarkan sebagai sosok Raja
yang Jahat,Kejam dan beberapa Sifat
Buruk lainnya. padahal ia adalah sosok perwira yang digambarkan sangat romantic
dan juga setia kepada negaranya.
-
Namun ia membuatkan sebuah istana yang
megah dengan taman yang indah untuk dewi sita. Jika ia digambarka memiliki
sifat – sifat buruk tersebut,mengapa ia harus membuatkan istana yang indah
untuk dewi sita.
-
Selama “disekap” tidak pernah sekalipun
Rahwana menyentuh dewi sita, jika rahwana memang memiliki sifat – sifat Raksasa,
mengapa ia harus sabar menunggu dewi sita dan tidak memaksa dewi sita dengan
cara – cara yang kejam ( rahwana Digambarka sebagai raja yang sangat kejam)
-
Rahwana membuktikan bahwa ia adalah
lelaki yang romantis dengan memiliki banyak istri.
-
Untuk memperjuangkan cintanya kepada
dewi sita,ia rela memenggal kepala anaknya yang memiliki wajah yang mirip
dengan Sri Rama. Dan diberikan kepada dewi sita.
-
Untuk membela negaranya yang diserang
oleh sri Rama, Rahwana beserta semua saudara dan anak - anaknya gugur di medan
perang.
-
Kumbakarna, adik Rahwana digambarkan
sebagai sosok yang kerjanya hanya makan dan tidur namun banyak kisah yang
mengangkat bagaimana sifat keperwiraanya dan Cinta negaranya kepada kerajaan
Alengka.
-
Indrajit merupakan anak kesayangan dari
rahwana, namun ia gugur bersama kesetiaannya terhadap sang ayah dan
negaranya.
-
Diceritakan dari sebuah sumber ketika
Rahwana Gugur, kematiannya diiringi oleh isak tangis dari rakyat Alengka dan
para istrinya. Sungguh aneh jika seorang yang dictator dan kejam mendapat iring
– iringan tangis kehilangan dari para istri dan rakyatnya.
-
Bahkan ada beberapa sumber yang
menyatakan bahwa Rahwana sangat dipuja di Sri Langka.
-
Beberapa kemenangan dari pihak Sri Rama
diceritakan dilakukan denga tipu muslihat, seperti meminta wibisana untuk
memberitahu kelemahan – kelemahan dari Rahwana dan beberapa saudaranya.
-
Ada istilah cinta tidak mengenal masa
lalu maupun masa depan,harta dan tahta dan menerima pasangannya apa adanya.,
namun Sri Rama meminta dewi sita untuk melompat kedalam api untuk membuktikan
bahwa ia masih suci.
etelah
Sinta kembali ke tangan Rama mengapa Rama masih mempertanyakan kesucian
Sinta bahkan sebagai pembuktian Sinta rela nyemplung kedalam api.?? -
See more at:
http://muassamudra.blogspot.com/2013/01/belajar-cinta-kepada-rahwana.html#sthash.GB97CCr3.dpuf
-
Wibisana, adik dari Rahwana digambarkan
sebagai sekutu yang membantu sri rama untuk membunuh Rahwana dengan cara
memberitahu kelemahan – kelemahan Rahwana dan strategi perang Alengka.
Dimanakah letak setia kepada Negara dan rasa persaudaraannya?
di
balik penggambaran itu, Sri Ramapun memiliki banyak kelebihan seperti mau
mengalah demi kasih sayangnya kepada ayahnya. Dan laksmana mau mengabdi dan
setia kepada kakaknya walaupun kakaknya bukan kakak kandungnya dan pada saat
itu sri rama hanyalah seseorang yang tidak memiliki kekuasaan yang akan pergi
kedalam hutan untuk pengasingan. Begitu juga dengan dewi sita yang tidak
tergoyahkan oleh Raja yang sangat Romantis bernama Rahwana. Bahkan Sri Ram
digambarkan sebagai awatara ke 7. Awatara adalah Titisan dari dewa Wisnu
sebagai pemelihara yang turun kedunia untuk menyelamatkan dunia dari
kehancuran.
sebuah
kehidupan pasti memiliki warna hitam dan
putih. Antara kebenaran dan kejahatan.. Semua itu seakan menjadi refleksi dlam
hidup ini. Tapi itu bukan hal yg absolute. Melainkan sesuatu hal yg relatif.
Terkadang yang hitam tidaklah selalu hitam dan yg putih tidak selalu putih.
tapi memang seperti itulah kenyataannya. dan terkadang didalam sesuatu hal yg
buruk tersimpan sesuatu hal yg baik. Kecenderungan
manusia itu slalu menilai sesuatu dari sisi buruknya saja.
Apalagi kalau orang sudah di cap sebagai pribadi yang
g buruk karena cerita di masa lalunya maka tidak ada satu pun sesuatu kabaikan
dari dirinya yg pantas di hargai. Inilah mindset keliru yg dimiliki oleh masyarakat.
Bahkan ada kata kata bijak yang menyatakan bahwa semua orang suci memiliki masa
lalu dan seorang pendosa pun masih memiliki masa depan jadi, sangat salah jika
masih menghakimi seseorang hanya melihat dari satu sisi.
Hitam dan putih, baik dan buruk itu
relatif, smua berjalan scara beriringan atau dalam agam hindu di sebut juga
dengan RWABINEDHA ( keseimbangan) .
lebih baik, melihat sesuatu itu dari banyak perspektif sehingga kita bisa
mendapatkan lebih banyak pelajaran.
Lord Baden Powell
Baden-Powell
dilahirkan di Paddington, London pada 1857. Dia adalah anak ke-6 dari 8
bersaudara. Pada tahun 1876, Baden-Powell bergabung dengan 13th Hussars di
India. Pada tahun 1895 dia bertugas dengan dinas khusus di Afrika dan pulang ke
India pada tahun 1897 untuk memimpin 5th Dragoon Guards. Baden-Powell saling
berlatih dan mengasah kemahiran kepanduannya dengan suku Zulu pada awal 1880-an
di jajahan Natal Afrika Selatan di mana resimennya ditempatkan dan ia diberi
penghargaan karena keberaniannya. Ada 3 penghargaan yang diberi angkatan perang
Zulu yaitu:
impessa :
serigala yang tak pernah tidur, karena dia sering berjaga-jaga saat malam.
kantankye : orang pemakai topi lebar, karena dia selalu memakai topi lebar.
m'hlalapanzi: orang bertiarap yang siap menembak.
kantankye : orang pemakai topi lebar, karena dia selalu memakai topi lebar.
m'hlalapanzi: orang bertiarap yang siap menembak.
Baden-Powell
kemudian ditempatkan di dinas rahasia selama 3 tahun di daerah Mediterania yang
berbasis di Malta. Dia kemudian memimpin gerakan ketentaraannya yang berhasil
di Ashanti, Afrika, dan pada usia 40 dipromosikan untuk memimpin 5th Dragoon
Guards pada tahun 1897. Beberapa tahun kemudian, dia menulis buku panduan
ringkas bertajuk "Aids to Scouting", ringkasan ceramah yang dia
berikan mengenai peninjau ketentaraan, untuk membantu melatih perekrutan
tentara baru. pada 16 Mei 1900, ia naik pangkat sebagai Mayor Jendral,
Baden-Powell menjadi pahlawan nasional.
Setelah
kembali, Baden-Powell mendapati buku panduan ketentaraannya "Aids to
Scouting" telah menjadi buku terlaris, dan telah digunakan oleh para guru
dan organisasi pemuda. Kembali dari pertemuan dengan pendiri Boys' Brigade, Sir
William Alexander Smith, Baden-Powell memutuskan untuk menulis kembali Aids to
Scouting agar sesuai dengan pembaca remaja, dan pada tahun 1907 membuat satu
perkemahan di Brownsea Island bersama dengan 22 anak lelaki yang berlatar belakang
berbeda, untuk menguji sebagian dari idenya. Buku "Scouting for Boys"
kemudian diterbitkan pada tahun 1908 dalam 6 jilid. Anak – anak remaja itu
kemudian membentuk "Scout Troops" secara spontan. dan gerakan Pramuka
berdiri tanpa sengaja, Gerakan pramuka berkembang seiring dengan Boys' Brigade.
Suatu
pertemuan untuk semua pramuka diadakan di Crystal Palace di London pada 1908,
di mana Baden-Powell menemukan gerakan Pandu Puteri yang pertama. Pandu Puteri
kemudian didirikan pada tahun 1910 di bawah pengawasan saudara perempuan
Baden-Powell, Agnes Baden-Powell. Pada Januari 1912 Baden-Powell bertemu calon
isterinya Olave Soames di atas kapal penumpang (Arcadia) dalam perjalanan ke
New York untuk memulai Lawatan Pramuka Dunia. Olave berusia 23, Baden-Powell
55, dan mereka berkongsi tanggal lahir. Mereka bertunangan pada September tahun
yang sama. mereka melangsungkan pernikahan secara rahasia pada
30 Oktober 1912.
Baden-Powell
dianugerahi gelar Baronet pada tahun 1922, dan bergelar Baron Baden-Powell,
dari Gilwell dalam County Essex, pada tahun 1929. Taman Gilwell adalah tempat
latihan Pemimpin Pramuka Internasional. Baden-Powell dianugerahi Order of Merit
dalam sistem penghormatan Inggris pada tahun 1937, dan dianugerahi 28 gelar
lain dari negara-negara asing. Pada 1938 Royal Academy of Sweden
menganugerahkan Lord Baden-Powell dan semua gerakan Pramuka hadiah Nobel
Perdamaian untuk tahun 1939.
pada
tahun 1939 dia pindah ke sebuah rumah yang dibangunnya di Kenya, negara yang
pernah dilawatinya untuk berehat. Dia meninggal dan dimakamkan di Kenya, di
Nyeri, dekat Gunung Kenya, pada 8 Januari 1941.
Subscribe to:
Comments (Atom)