Mari Kita Jaga Papua
Papua Milik Kita Bersama
Papua adalah bagian dari Negara kesatuan
republik Indonesia (NKRI) yang juga sebenarnya adalah pulau yang sangat kaya
dengan sumber daya alam dan juga budayanya yang sampai saat ini masih bertahan.
Namun di balik itu,kekayaan sumber daya alam Papua tidak semuanya dinikmati
oleh penduduk pribumi Papua. Karna,di balik kekayaan negri cendrawasih
ini,tersimpan juga cerita para penduduk pribumi Papua yang masih menggunakan
koteka (di luar kebudayaan mereka) dan hidup di bawah garis kemiskinan. Mengapa
hal ini bisa terjadi di daerah sekaya Papua? Seperti masalah klasik
lainnya,hasil bumi negri ini di kelola oleh investor yang bukan penduduk
pribumi,dari luar Papua hingga luar Indonesia.
Hasil bumi yang di kelola bukanlah
hasil bumi yang murah,melainkan hasil bumi yang sangat berharga berupa emas. Di
bandingkan dengan mata uang manapun,emas jauh lebih berharga. Karna nilai emas
tidak akan sering berubah di banding kurs atau nilai dari mata uang manapun.
Dilihat dari segi manapun,kemiskinan sangat terlihat di negri ini,bahkan sudah
sering kondisi ini di angkat ke dalam film seperti film DENIAS,yang
menceritakan seorang putra Papua yang berjuang untuk mendapatkan pendidikan.
Selain itu sering terdengar cerita para putra putri Papua yang memiliki
prestasi nasional dan internasional yang sudah sering membanggakan Indonesia
walaupun fasilitas fasilitas penunjang untuk mengasah prestasi mereka masih
terbilang minim di banding dengan fasilitas yang di dapatkan oleh anak anak di
kota besar seperti Jakarta sehingga perjuangan mereka jauh lebih hebat di
banding anak anak di kota besar.
Namun pemerintah masih terlihat belum
memberikan perhatian yang maksimal untuk negri paling ujung Indonesia ini. Pernah di sebuah stasiun televisi,sebuah
berita khusus yang mengangkat beberapa orang relawan yang “rela mengabdi” di
sebuah pelosok Papua sebagai tenaga pengajar dan dokter,namun terlihat sangat
lucu jika di sebuah daerah penghasil emas,dan memiliki daerah yang sangat
potensial di berbagai bidang namun terlihat sangat miskin. Mungkin banyak yang
berpendapat bahwa jarak adalah alasan Papua menjadi seperti ini, namun ini
adalah sebuah alasan yang sangat bodoh,mengapa?
Zaman ini,dunia tidaklah
memiliki batasan. Antara amerika dan Papua,Papua jauh lebih dekat daripada
amerika tapi mengapa pergi ke amerika lebih terlihat lebih dekat di banding
pergi ke Papua? Andai pemerintah memberikan kepedulian yang maksimal kepada
negri cendrawasih ini,jarak mungkin bisa di atasi. Selain itu Papua mungkin
seperti di jajah, banyak fakta yang bisa di dapat seperti:
1. Pengeloalaan
SDA (sumber daya alam lebih banyak di mamfaatkan oleh orang asing dan hanya
sedikit pemasukan yang di dapat oleh pemerintah daerah dari investor karna
lebih banyak di “setorkan” ke pusat.
2. Banyak
orang asing datang ke Papua dengan tujuan untuk meneliti hewan langka dan
tumbuhan langka yang ada di Papua,bahkan masih banyak hewan dan tumbuhan di
negri cendrawasih ini yang belum pernah di temukan sebelumnya. Jika meneliti
mungkin bukan masalah yang besar, tapi jika hewan/tumbuhan yang mereka
temukan,mereka bawa ke negri asal mereka dengan alasan untuk di teliti, dan
kemudian mengembang-biakannya dan akhirnya di akui. Hal ini menjadi hal yang
cukup menakutkan karna para wakil rakyat masih sibuk mengungkap “Kekotoran
Negri ini” dengan berbagai teori beserta pasal – pasalnya.
3. Dan
masih banyak “penjajahan” yang belum terungkap di negri Papua .
Dan
seiring dengan perjalanan waktu, beberapa kelompok masyarakat membentuk
organisasi Papua merdeka atau yang disingkat menjadi OPM. Hal ini mungkin di
dasari oleh pemerintah yang tidak memberikan perhatian maksimal kepada Papua.
Dan melihat potensi besar yang di miliki oleh negri ini,mungkin menjadi sebuah
Negara yang mandiri seperti timor leste atau yang dulu di sebut dengan Timor
timur (TIMTIM) menjadi pilihan yang lebih baik di bandingkan dengan menunggu
perhatian dari pemerintah yang sibuk membahas peraturan – peraturan, pembanguan
dan membahas anggaran Negara. Sehingga sering terdengar jika Negara lain lebih
perhatian di banding negara sendiri. Dan semoga perhatian itu bukan karena ada
maksud lain seperti ingin menjajah dengan strategi politiknya. Dan jika di
pikir pikir, organisasi Papua merdeka (OPM) memiliki tujuan yang dikategorikan
bukan hal yang salah. Namun bagaimanapun Papua adalah bagian dari INDONESIA.
Warisan dari perjuangan para pahlawan kita. (Masih ingat dengan sejarah
pembebasan irian barat?) jangan pernah lupa jika papua juga adalah rumah
kita,mereka yang berada disana juga adalah saudara – saudara kita,walau jarak
yang memisahkan cukup jauh. Mari kita bersama jaga NEGRI PAPUA,Negri yang
sangat indah, dimana masyarakatnya sangat menghargai budaya dan pekerja keras.
walau saat ini hampir setiap hari terjadi penembakan yang menyebabkan banyak
nyawa melayang,namun kita harus tetap berpikir jernih dan mari berdoa untuk
semua saudara kita disana agar kedamaian bisa kembali di bumi cendrawasih yang
kita banggakan bersama.
Banyak
hal yang bisa di pelajari dan di tiru dari saudara – saudara kita di Papua. Seperti:
·
Makanan pokok mereka adalah Sagu,dan
dibandingkan cara memperoleh sagu dan cara memasak hingga bisa di makan dengan
cara kita memasak nasi. Memperoleh dan memasak sagu,memerlukan proses yang
panjang di mulai dari menebang hingga sagu bisa di makan,bandingkan dengan kita
yang memperoleh beras dari warung deket rumah dan memasaknya menggunakan rice
cooker.. perjuangan mereka sangatlah berat.
·
Banyak dari pelajar disana yang harus
menempuh perjalanan hingga puluhan kilometer dengan berjalan kaki untuk
mencapai sekolah. Dan masih banyak sekolah tsb masih memiliki fasilitas yang
minim. Bandingkan dengan kita yang sudah memiliki sekolah dengan standar
internasional, namun ketika gerimis datang,bolos menjadi pilihan yang tepat
(walaupun gak semua pelajar kaya gitu).
·
Dalam menjalankan aktivitasnya mereka
(orang – orang papua) terbiasa berjalan kaki berpuluh – puluh kilometer.
Sedangkan kita (para manusia Indonesia malas), menuju tempat yang jaraknya 10
meter aja udah naik motor. So mari kita
kurangi polusi udara dan mulailah berjalan kaki untuk mencapai tempat yang
masih bisa di jangkau dengan berjalan kaki.
·
Makanan mereka sangatlah sederhana
dengan sayuran yang masih segar karna tinggal metik dari kebun yang belum
terjamah racun plestisida sehingga orang – orang papua sangat sehat di banding
kita yang terbiasa makan makanan penuh pengawet dengan sayur yang di benci ulat
karna mengandung pestisida kadar mematikan (untuk ulat). So harus nyoba nanem
sayur sendiri,hitung hitung mengurangi efek rumah kaca.
·
Masih menghargai budaya nenek
moyang,sampai saat era globalisasi seperti sekarang,mereka masih sangat menjaga
budaya asli mereka. Bahkan kadang kadang orang sekelas bupati masih tidur di
rumah tradisional papua yang kalau malam bisa membuat masuk angin. Padahal
untuk membeli rumah dengan tembok setebal lapangan bola bisa di beli. (emang
ada rumah yang temboknya setebel lapangan sepak bola?)
·
Sangat menghargai kesenian lokal,hiburan
mereka berupa tarian tradisional papua dengan riasan yang khas dan terlihat
sangat garang di banding SM*SH yang menari kemayu dan meniru budaya korea.
·
Alat berburu masih sangat sederhana yang
masih menggunakan panah, tombak, parang, perangkap sederhana dan buluh yang di
tiup sehingga melontarkan peluru sederhana khas suku mereka sehingga masih
menjaga ekosistem hutan di tanah papua. Dan hasil buruannya kalau di makan
tidak menyisakan peluru yang bisa membuat orang yang memakan keselek jika
menggunakan senjata laras panjang untuk berburu dengan peluru caliber 17cm
(mustahil).
·
Jika terjadi konflik antar desa mereka
dengan berani mengangkat senjata dan berperang untuk mempertahankan wilayah dan
harga diri. Bandingkan dengan pemerintah yang hanya diam ketika banyak orang
Malaysia yang menginjak injak martabat Indonesia dengan cara menyiksa para TKI
seperti menyiksa binatang peliharaan. Andaikata, dulu soekarno jadi mengganyang
Malaysia….
Dan masih banyak yang bisa kita tiru dari
orang papua. Sehingga kita semua harus ikut menjaga PAPUA yang tercinta
(walaupun hanya lewat doa dan kampanye online via facebook dan twiter) agar “penjajahan” di papua oleh para investor
segera berakhir dan semoga pemerintah dan organisasi papua merdeka dapat
menemukan jalan terbaik yang tidak merugikan kedua belah pihak serta
masyarakat. Karna papua milik kita bersama dan kewajiban kita untuk ikut
menjaga dan ikut serta berbangga memiliki daerah seindah papua dengan segala
keindahannya seperti cendrawasih dang bunga bangkai raksasanya.
By
Made Gorbi Irawan
Singaraja
Bali
Rabu
13 juni 2012. 05.30 am
No comments:
Post a Comment