Tuesday, 3 September 2013

Tuhan selalu menyimpan sebuah rencana yang besar untuk kita semua

semua terjadi karena suatu alasan


Dari 43.000 pelamar, kemudian m'jadi 10.000 orang, & kini aku m'jadi bagian dari 100 orang yg b'kumpul untuk penilaian akhir.

Ada simulator, uji klaustrofobi , latihan ketangkasan , p'cobaan mabuk udara.

Siapakah di antara kami yg bisa melewati ujian akhir ini?

Tuhan, biarlah diriku yg t'pilih, begitu aku b'doa.

Lalu tibalah berita yg m'hancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah.

Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi.

Rasa percaya diriku lenyap, & amarah m'gantikan kebahagiaanku.

Aku m'pertanyakan semuanya.
Kenapa Tuhan?
Kenapa bukan aku?
Bagian diriku yg mana kurang?
mengapa aku di perlakukan kejam?

Aku berpaling pada Ayahku. Katanya “Semua terjadi karena suatu alasan.”

Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul b'sama teman2 untuk melihat peluncuran Challanger.

Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk trakhir kalinya.

TUHAN, Sebenarnya aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dlm pesawat itu.

Kenapa bukan aku?

73 detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku & menghapus semua keraguanku.

Pesawat Challanger meledak, &
menewaskan semua penumpang.

Aku teringat kata2 ayahku,
”Semua t'jadi karena suatu alasan.”

Aku tidak t'pilih dalam penerbangan itu, walaupun Aku sangat m'ginginkannya karena TUHAN memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini.

Aku memiliki misi lain dlm hidup.
Aku tidak kalah; aku seorang pemenang.

Aku menang krn aku telah kalah.

Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk b'syukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.

T'nyata, TUHAN m'gabulkan doa kita dengan 3 cara :

1. Apabila TUHAN m'gatakan YA;
maka kita akan M'DAPATKAN APA YG KITA MINTA.

2. Apabila TUHAN m'gatakan TIDAK; maka kita akan M'DAPATKAN yg LEBIH BAIK.

3. Apabila TUHAN m'gatakan TUNGGU; maka kita akan M'DAPATKAN yg T'BAIK sesuai dengan kehendak- NYA.




Tuhan selalu menyimpan sebuah rencana yang besar untuk kita semua






-Dikutip dari Kisah nyata-

No comments:

Post a Comment