Terdengar
dari kejauhan suara desing peluru dan teriakan para tentara, entah itu pekik
kemenangan, teriakan memberi komando ataupun suara rintihan para tentara yang
terluka, semua suara menyatu. Suara mengerikan itu terdengar hingga membuat
para tentara di markas semi permanen itu merinding. Walter Joseph Jr, seorang
sersan dengan perawakan tegap dan penuh wibawa adalah salah satu dari sekian
tentara yang harus terjun ke medan perang untuk membuktikan seberapa besar
cintanya kepada Negaranya.
Ia adalah keturunan polandia-amerika, ayahnya
adalah Walter Joseph adalah seorang Veteran perang yang selalu menceritakan
bagaimana kebanggannya menjadi seorang tentara dan sudah melewati beberapa
pertempuran.
saat
ini ia tergabung dengan tentara amerika yang membangun kekuatan bersama sekutu
dan uni soviet untuk mengimbangi kekuatan militer jerman. Bersama lebih dari
150 ribu tentara dari berbagai Negara dibawah
pimpinan jendral Dwight D. Eisenhower mereka optimis bisa menghancurkan
kekuatan militer jerman yang di pimpin oleh konselir adolf hitler.
Semangat
yang dulu menggebu-gebu kini hanya menjadi sebuah ketakutan. Tangan kirinya
bergetar,wajahnya pusat pasi dan senjatanya seperti ingin berlari dari
tangannya. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika ia tertembak atau menjadi
tawanan tentara jerman. Isu holocaust sudah menjadi topic yang selalu dibicarakan.
Namun ia tak punya pilihan, sebentar lagi ia harus maju ke medan perang. Terlihat
beberapa rekannya di tandu dengan rintihan seperti seorang wanita yang mendapat
kabar bahwa kekasihnya telah tewas dalam perang. Detak jantungnya semakin mendetak
cepat ketika ia melihat sahabatnya Frank yang selama beberapa tahun menemaninya
kembali dari medan perang. Tubuhnya kaku,ia tewas. Ingin rasanya ia
berteriak,menangis namun itu akan membuatnya terlihat seperti seorang wanita. Truk
pengangkut telah kembali dan siap mengantarnya ke medan perang yang berjarak
beberapa mil dari pangkalan militer yang di buat semi permanen. Dalam surat
yang ia kirimkan, ia selalu menggambarkan bagaimana ia akan kembali degan
kemenangan.
Kepada yang
tercinta ayah.
Sambutlah aku di
stasiun kereta
Aku akan kembali
di musim semi
Dimana kita akan
habiskan waktu bersama
Sampaikan salamku
kepada leady
Katakana aku
akan kembali
Dengan kemenangan
Yang dihiasi
keindahan taman
Di musim semi.
Salam
Joseph walter Jr
bahaya perang mulai mengancam. Dalam
hatinya merintih, depresi mulai menyerangnya. Ingin sekali ia mencabut pistol
di pinggangnya dan menembak kepalanya., ia mulai teringat ketika mendengar
cerita ayahnya yang selamat dari pertempuran dan selalu meceritakan betapa
bangganya menjadi seorang prajurit yang sudah pernah membela negaranya. Ayahnya
memajang pakaian ketika ia gunakan ketika bertempur dulu. Senjata dan helmnya
terpajang bersama dengan photo photo bersama sahabat-sahabatnya dulu penuh
kebanggan. Sebelumnya ia terlalu sombong,berfantasi akan kembali sebagai
seorang pahlawan perang
Beberapa mil lagi,ia akan sampai ke
garis depan. “oh tuhan,ijinkan aku meminta 1 hal kepadamu,jika hari ini aku tidak
memenangkan pertempuran,maka berikanlah aku kesempatan gugur sebagai seorang
pahlawan,aku tidak ingin menjadi seorang tawanan” ia menarik nafasnya
dalam dalam,
terdengar jelas bagaimana
orang-orang yang kembali dari medan perang menggambarkan bagaimana tentara
jerman membantai musuh-musuhnya namun bukan itu yang ia takutkan, ia sangat
takut jika ia harus menjadi seorang tawanan di kamp “holocaust” jerman. Kematian yang lama dan menyakitkan. Beberapa menit
lagi ia akan sampai di kamp yang digunakan untuk pertahanan pasukan sekutu. Suara
desing peluru semakin dekat,., saatnya ia dan ratusan tentara lainnya menuju
garis depan. Ketakutannya mulai hilang. Pertempuran dimulai,ia berlindung di
balik karung – karung yang diisi tanah. Beberapa tembakannya sempat mengenai
musuh, ketika akan mengambil botol minumnya,sesuatu terjatuh dari sakunya. Sebuah
surat..
“wahai
pahlawanku, mutiaraku
Saat saat indah
itu tidak akan aku lupakan
Aku mencintaimu
seperti keindahan malam
Aku selalu
teringat saat pertama
Saat engkau
memberikan bunga mawar
Kembalilah,sebagai
pemenang
Aku sangat
merindukanmu..
Salam
Leady o cintya
Surat
itu dikirimkan beberapa hari lalu, kini ia harus memenangkan perang demi wanita
yang telah menunggunya. Ia teringat kembali kepada kekasihnya, beberapa saat
kemudian stelah baku tembak. akhirnya ia
berhasil menembak mati seorang tentara jerman. Namun tangannya tertembak dan
menembus bahu kirinya. Beberapa teman menolong. Ia harus kembali ke benteng
untuk mendapat perawatan.
Di dalam perjalanan,truck yang ia tumpangi terkena
ranjau. Walaupun terlempar,ia masih selamat. Kini ia hanya seorang diri,tapi ia
harus kembali, Apalah
artinya jarak jika mereka berdua saling cinta – mencintai? Ia terus
berjalan,tertatih - tatih dengan luka di tangan yang berbalut perban tipis, berjalan
seorang diri di kota yang sunyi dan udara yang dingin, ia telah berjanji akan
kembali. Salju mulai turun, dingin mulai menusuk tulangnya, ia berjalan tanpa
arah. Jejak kakinya mulai tertutupi oleh
salju yang turun dari langit. Tentara itu bernama sir joseph walter jr.
No comments:
Post a Comment