Tuesday, 13 August 2013

Joseph walter Jr



           

Terdengar dari kejauhan suara desing peluru dan teriakan para tentara, entah itu pekik kemenangan, teriakan memberi komando ataupun suara rintihan para tentara yang terluka, semua suara menyatu. Suara mengerikan itu terdengar hingga membuat para tentara di markas semi permanen itu merinding. Walter Joseph Jr, seorang sersan dengan perawakan tegap dan penuh wibawa adalah salah satu dari sekian tentara yang harus terjun ke medan perang untuk membuktikan seberapa besar cintanya kepada Negaranya. 

 Ia adalah keturunan polandia-amerika, ayahnya adalah Walter Joseph adalah seorang Veteran perang yang selalu menceritakan bagaimana kebanggannya menjadi seorang tentara dan sudah melewati beberapa pertempuran.
saat ini ia tergabung dengan tentara amerika yang membangun kekuatan bersama sekutu dan uni soviet untuk mengimbangi kekuatan militer jerman. Bersama lebih dari 150 ribu tentara  dari berbagai Negara dibawah pimpinan jendral Dwight D. Eisenhower mereka optimis bisa menghancurkan kekuatan militer jerman yang di pimpin oleh konselir adolf hitler. 


Semangat yang dulu menggebu-gebu kini hanya menjadi sebuah ketakutan. Tangan kirinya bergetar,wajahnya pusat pasi dan senjatanya seperti ingin berlari dari tangannya. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika ia tertembak atau menjadi tawanan tentara jerman. Isu holocaust sudah menjadi topic yang selalu dibicarakan. Namun ia tak punya pilihan, sebentar lagi ia harus maju ke medan perang. Terlihat beberapa rekannya di tandu dengan rintihan seperti seorang wanita yang mendapat kabar bahwa kekasihnya telah tewas dalam perang. Detak jantungnya semakin mendetak cepat ketika ia melihat sahabatnya Frank yang selama beberapa tahun menemaninya kembali dari medan perang. Tubuhnya kaku,ia tewas. Ingin rasanya ia berteriak,menangis namun itu akan membuatnya terlihat seperti seorang wanita. Truk pengangkut telah kembali dan siap mengantarnya ke medan perang yang berjarak beberapa mil dari pangkalan militer yang di buat semi permanen. Dalam surat yang ia kirimkan, ia selalu menggambarkan bagaimana ia akan kembali degan kemenangan.

Kepada yang tercinta ayah.

Sambutlah aku di stasiun kereta
Aku akan kembali di musim semi
Dimana kita akan habiskan waktu bersama
Sampaikan salamku kepada leady
Katakana aku akan kembali
Dengan kemenangan
Yang dihiasi keindahan taman
Di musim semi.

Salam
Joseph walter Jr

bahaya perang mulai mengancam. Dalam hatinya merintih, depresi mulai menyerangnya. Ingin sekali ia mencabut pistol di pinggangnya dan menembak kepalanya., ia mulai teringat ketika mendengar cerita ayahnya yang selamat dari pertempuran dan selalu meceritakan betapa bangganya menjadi seorang prajurit yang sudah pernah membela negaranya. Ayahnya memajang pakaian ketika ia gunakan ketika bertempur dulu. Senjata dan helmnya terpajang bersama dengan photo photo bersama sahabat-sahabatnya dulu penuh kebanggan. Sebelumnya ia terlalu sombong,berfantasi akan kembali sebagai seorang pahlawan perang
Beberapa mil lagi,ia akan sampai ke garis depan. “oh tuhan,ijinkan aku meminta 1 hal kepadamu,jika hari ini aku tidak memenangkan pertempuran,maka berikanlah aku kesempatan gugur sebagai seorang pahlawan,aku tidak ingin menjadi seorang tawanan” ia menarik nafasnya dalam dalam,
terdengar jelas bagaimana orang-orang yang kembali dari medan perang menggambarkan bagaimana tentara jerman membantai musuh-musuhnya namun bukan itu yang ia takutkan, ia sangat takut jika ia harus menjadi seorang tawanan di kamp “holocaust” jerman.  Kematian yang lama dan menyakitkan. Beberapa menit lagi ia akan sampai di kamp yang digunakan untuk pertahanan pasukan sekutu. Suara desing peluru semakin dekat,., saatnya ia dan ratusan tentara lainnya menuju garis depan. Ketakutannya mulai hilang. Pertempuran dimulai,ia berlindung di balik karung – karung yang diisi tanah. Beberapa tembakannya sempat mengenai musuh, ketika akan mengambil botol minumnya,sesuatu terjatuh dari sakunya. Sebuah surat.. 

“wahai pahlawanku, mutiaraku
Saat saat indah itu tidak akan aku lupakan
Aku mencintaimu seperti keindahan malam
Aku selalu teringat saat pertama
Saat engkau memberikan bunga mawar
Kembalilah,sebagai pemenang
Aku sangat merindukanmu..

Salam
Leady o cintya

           
Surat itu dikirimkan beberapa hari lalu, kini ia harus memenangkan perang demi wanita yang telah menunggunya. Ia teringat kembali kepada kekasihnya, beberapa saat kemudian stelah baku tembak.  akhirnya ia berhasil menembak mati seorang tentara jerman. Namun tangannya tertembak dan menembus bahu kirinya. Beberapa teman menolong. Ia harus kembali ke benteng untuk mendapat perawatan.



 Di dalam perjalanan,truck yang ia tumpangi terkena ranjau. Walaupun terlempar,ia masih selamat. Kini ia hanya seorang diri,tapi ia harus kembali, Apalah artinya jarak jika mereka berdua saling cinta – mencintai? Ia terus berjalan,tertatih - tatih dengan luka di tangan yang berbalut perban tipis, berjalan seorang diri di kota yang sunyi dan udara yang dingin, ia telah berjanji akan kembali. Salju mulai turun, dingin mulai menusuk tulangnya, ia berjalan tanpa arah.  Jejak kakinya mulai tertutupi oleh salju yang turun dari langit. Tentara itu bernama sir joseph walter jr.


No comments:

Post a Comment