Sunday, 4 August 2013

Article


NASIONALISME
Apa pengertian Nasionalisme bagi anda?
Bagi saya,Nasionalisme bukan hanya hafal lagu Indonesia raya, dan mengibarkan bendera merah putih setiap 17 agustus. Namun bagi saya, Nasionalisme mungkin lebih adalah “kefanatikan” saya terhadapa NKRI.  Semua orang memiliki pandangan berbeda terhadap Nasionalisme dan bagi saya, ketika banyak orang memberikan pandangan yang berbeda tentang nasionalisme dan bahkan menyalahkan pandangan saya,it’s not of my business. Itu bukan urusan saya. Walaupun saya bukan anggota TNI (walau menjadi TNI hanya menjadi mimipi yang tidak mungkin menjadi kenyataan) ,bukan berarti saya tidak berhak ikut menjaga bangsa besar yang sangat saya cintai untuk mengambarkan INDONESIA. Dan kadang juga menjadi Negara bodoh yang sangat aku bela (sepenggal syair lagu dari KOIL) ketika melihat para pemimpin Negara ini meributkan hal – hal yang bukan merupakan hal yang penting.  Seperti aturan tanpa tujuan,debat tanpa hasil,teori teori yang ujung – ujungnya menghabiskan anggaran yang berasal dari rakyat (walupun gak semua pemimpin bangsa seperti itu).
Saat ini mungkin Negara ini terlihat seperti mengalami fase dimana para pemimpin dan rakyat mengalami kebingungan.  Dahulu ketika soekarno berjuang untuk memerdekakan diri dari penjajahan,tujuannya jelas yaitu untuk mecapai kebebasan dari penjajahan. Kemudian di lanjutkan oleh soeharto yang memulai proses pembangunan Negara ini sehingga soeharto mendapat julukan bapak pembangunan. Setelah itu masa reformasi sampai sekarang,sosok seorang pemimpin seperti mereka seolah dirindukan. Kasus korupsi dan berbagai permasalahan membuat para pemimpin tidak mendapat kepercayaan dari rakyatnya dan karna seringnya mendapat kritik dari rakyat membuat para pemimpin bangsa ini seolah malas mendengar keluhan rakyatnya. Setiap ujung negri ini ingin memerdekakan diri dan ingin mengikuti jejak Timor timur yang sudah mndahului melepaskan diri dari Indonesia. Ormas (organisasi masa) yang mengatasnamaka sebuah agama bertindak seenaknya seperti negara ini tidak memiliki sosok polisi.
Parahnya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang di percaya untuk menyelesaikan masalah ini malah meributkan anggaran untuk merenovasi gedung dengan fasilitas yang mewah dan diperparah dengan masalah sekandal video mesum mirip seperti salah satu anggota DPR RI yang terjadi baru – baru ini.
 Proses pemilihan pemimpin bangsa setingkat bupati dan Gubernur sering di warnai politik uang dan parahnya diikuti oleh para artis yang biasa bersandiwara di depan kamera (walaupun banyak artis yang menjadi anggota DPR dan Bupati dan tetap mendengarkan aspirasi rakyat). Namun artis tetaplah artis, mereka sudah terbiasa acting dengan tujuan mendapatkan ketenaran. Karna panggung politik adalah untuk orang – orang yang berada di bidang pilitik atau sering juga di sebut dengan politisi.  Keadaan ini diistilahkan oleh sudjiwo tejo dengan istilah Bumi gonjang ganjing.
Pertanyaan yang muncul,apakah mereka seperti itu karena mereka nasionalis atau hanya mencari ketenaran. Dan jika hanya untuk mencari ketenaran,mengapa KPU meloloskan mereka untuk menjadi cabup atau cagub?
Selain itu masalah lain yang di hadapi oleh bangsa ini adalah masalah Ormas yang bertindak seperti penegak hukum versi mereka. Yaitu FPI
FPI yang sok suci seperti kesetanan ketika memukuli orang – orang yang memiliki pandangan berbeda dan di anggap melakukan perbuatan dosa. Bukankah mereka percaya tuhan? Apakah mereka melaksanakan tugas dari tuhan mereka? Dan apakah mereka dan tuhan mereka berhak mengadili dan menghakimi seenak udel mereka tanpa berpikir apakah yang mereka hakimi memiliki faham yang sama dengan mereka. So dimanakah faham pancasila yang mengatakan berbeda beda tetapi tetap satu atau Bhineka Tunggal Ika dan jika tidak boleh berbeda di dalam konteks agama mereka, bukankah di dalam pancasila sila pertama mengatakan bahwa ketuhanan adalah yang maha esa bukan Tuhan yang di puja FPI adalah segalanya? Dan jika masih tetap berbeda itu di larang, apakah mungkin putra sang fajar,sang penyambung lidah rakyat Ir Soekarno membuat kesalahan dengan membuat ideology pancasila? Dan apakah yang menjadi landasan hukum di Indonesia adalah hukum dari agama mayoritas ataukah hukum yang di buat oleh pemerintah.? Dan kalau tidak menggunakan hukum dari agama mayoritas,mengapa pemerintah mengikuti ancaman dari FPI ketika membatalkan konser Lady Gaga. Padahal ketika itu banyak masyarakat yang harus rela mengantri berpanas – panasan selama lebih dari 7 jam untuk membeli tiket konser dari hasil menabung beberapa bulan. Dan harus kecewa. Sangatlah lucu ketika institusi polri yang notabene badan kepolisian tertinggi di Indonesia “terlihat” takut dan mengikuti anjuran (perintah) FPI dan  merasa khawatir dengan ancaman FPI yang akan menyabotase konser. Apakah ini Negara Indonesia yang sangat saya banggakan? Atau Negara yang di kuasai oleh manusia – manusia suci yang berhak menghalal-haramkankan semua hal di Indonesia.. dan apakah mereka orang - orang nasionalis

No comments:

Post a Comment