NASIONALISME
Apa pengertian Nasionalisme bagi anda?
Bagi
saya,Nasionalisme bukan hanya hafal lagu Indonesia raya, dan mengibarkan
bendera merah putih setiap 17 agustus. Namun bagi saya, Nasionalisme mungkin
lebih adalah “kefanatikan” saya terhadapa NKRI.
Semua orang memiliki pandangan berbeda terhadap Nasionalisme dan bagi
saya, ketika banyak orang memberikan pandangan yang berbeda tentang
nasionalisme dan bahkan menyalahkan pandangan saya,it’s not of my business. Itu
bukan urusan saya. Walaupun saya bukan anggota TNI (walau menjadi TNI hanya
menjadi mimipi yang tidak mungkin menjadi kenyataan) ,bukan berarti saya tidak
berhak ikut menjaga bangsa besar yang sangat saya cintai untuk mengambarkan
INDONESIA. Dan kadang juga menjadi Negara bodoh yang sangat aku bela (sepenggal
syair lagu dari KOIL) ketika melihat para pemimpin Negara ini meributkan hal –
hal yang bukan merupakan hal yang penting.
Seperti aturan tanpa tujuan,debat tanpa hasil,teori teori yang ujung –
ujungnya menghabiskan anggaran yang berasal dari rakyat (walupun gak semua
pemimpin bangsa seperti itu).
Saat
ini mungkin Negara ini terlihat seperti mengalami fase dimana para pemimpin dan
rakyat mengalami kebingungan. Dahulu
ketika soekarno berjuang untuk memerdekakan diri dari penjajahan,tujuannya
jelas yaitu untuk mecapai kebebasan dari penjajahan. Kemudian di lanjutkan oleh
soeharto yang memulai proses pembangunan Negara ini sehingga soeharto mendapat
julukan bapak pembangunan. Setelah itu masa reformasi sampai sekarang,sosok
seorang pemimpin seperti mereka seolah dirindukan. Kasus korupsi dan berbagai
permasalahan membuat para pemimpin tidak mendapat kepercayaan dari rakyatnya
dan karna seringnya mendapat kritik dari rakyat membuat para pemimpin bangsa ini
seolah malas mendengar keluhan rakyatnya. Setiap ujung negri ini ingin
memerdekakan diri dan ingin mengikuti jejak Timor timur yang sudah mndahului
melepaskan diri dari Indonesia. Ormas (organisasi masa) yang mengatasnamaka
sebuah agama bertindak seenaknya seperti negara ini tidak memiliki sosok
polisi.
Parahnya
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang di percaya untuk menyelesaikan masalah ini
malah meributkan anggaran untuk merenovasi gedung dengan fasilitas yang mewah
dan diperparah dengan masalah sekandal video mesum mirip seperti salah satu anggota
DPR RI yang terjadi baru – baru ini.
Proses pemilihan pemimpin bangsa setingkat
bupati dan Gubernur sering di warnai politik uang dan parahnya diikuti oleh
para artis yang biasa bersandiwara di depan kamera (walaupun banyak artis yang
menjadi anggota DPR dan Bupati dan tetap mendengarkan aspirasi rakyat). Namun
artis tetaplah artis, mereka sudah terbiasa acting dengan tujuan mendapatkan
ketenaran. Karna panggung politik adalah untuk orang – orang yang berada di
bidang pilitik atau sering juga di sebut dengan politisi. Keadaan ini diistilahkan oleh sudjiwo tejo
dengan istilah Bumi gonjang ganjing.
Pertanyaan
yang muncul,apakah mereka seperti itu karena mereka nasionalis atau hanya
mencari ketenaran. Dan jika hanya untuk mencari ketenaran,mengapa KPU
meloloskan mereka untuk menjadi cabup atau cagub?
Selain
itu masalah lain yang di hadapi oleh bangsa ini adalah masalah Ormas yang
bertindak seperti penegak hukum versi mereka. Yaitu FPI
FPI yang sok suci
seperti kesetanan ketika memukuli orang – orang yang memiliki pandangan berbeda
dan di anggap melakukan perbuatan dosa. Bukankah mereka percaya tuhan? Apakah
mereka melaksanakan tugas dari tuhan mereka? Dan apakah mereka dan tuhan mereka
berhak mengadili dan menghakimi seenak
udel mereka tanpa berpikir apakah yang mereka hakimi memiliki faham yang
sama dengan mereka. So dimanakah faham pancasila yang mengatakan berbeda beda
tetapi tetap satu atau Bhineka Tunggal
Ika dan jika tidak boleh berbeda di dalam konteks agama mereka, bukankah di
dalam pancasila sila pertama mengatakan bahwa ketuhanan adalah yang maha esa
bukan Tuhan yang di puja FPI adalah segalanya? Dan jika masih tetap berbeda itu
di larang, apakah mungkin putra sang fajar,sang penyambung lidah rakyat Ir
Soekarno membuat kesalahan dengan membuat ideology pancasila? Dan apakah yang
menjadi landasan hukum di Indonesia adalah hukum dari agama mayoritas ataukah
hukum yang di buat oleh pemerintah.? Dan kalau tidak menggunakan hukum dari
agama mayoritas,mengapa pemerintah mengikuti ancaman dari FPI ketika
membatalkan konser Lady Gaga. Padahal ketika itu banyak masyarakat yang harus
rela mengantri berpanas – panasan selama lebih dari 7 jam untuk membeli tiket
konser dari hasil menabung beberapa bulan. Dan harus kecewa. Sangatlah lucu
ketika institusi polri yang notabene badan kepolisian tertinggi di Indonesia
“terlihat” takut dan mengikuti anjuran (perintah) FPI dan merasa khawatir dengan ancaman FPI yang akan
menyabotase konser. Apakah ini Negara Indonesia yang sangat saya banggakan?
Atau Negara yang di kuasai oleh manusia – manusia suci yang berhak
menghalal-haramkankan semua hal di Indonesia.. dan apakah mereka orang - orang
nasionalis
No comments:
Post a Comment