Sunday, 4 August 2013

Tokoh (Anand Krisna)

Save Anand Krisna

ANAND KRISHNA  AND US (1997-2013)




by : afzar harianja and aprielia yunita
  
Salam damai…
Seorang Anand Krishna  bukanlah seorang penjahat. Siapapun boleh benci-cinta atau suka-tolak atas segala pemikiran dan karya beliau. Tapi tindakan langsung  untuk menghakimi bahkan meyakini begitu saja bahwa seorang Anand Krishna  adalah kriminal atau pembuat onar di Bumi Pertiwi Indonesia sangatlah tidak rasional-intelek dan tidak manusiawi-berbudaya.
Ya, saya tahu, belakangan ini (2010) beliau sedang diterpa kasus “tuduhan” perbuatan asusila terhadap seorang perempuan yang nota bene “aktif” mengikuti kegiatan di Yayasan Anand Ashram, Jakarta. dan, akhirnya pun pengadilan memutuskan bahwa beliau tidak terbukti bersalah dengan putusan “bebas murni”. Tapi kini (2012/2013) kasus tersebut kembali di-kasasi oleh MA untuk meninjau putusan “bebas murni “ tersebut. padahal tindakan yang dilakukan oleh Hakim dan Jaksa Penuntut Umum Negara tersebut, secara hukum menyalahi peraturan hukum itu sendiri karena putusan“bebas murni” tidak dapat di-kasasi.
Terus terang, pada awalnya saya sangat shock ketika mendengar kasus yang menimpa Anand Krishna  pada tahun 2010. Bagaimana tidak, saya sudah mengenal tulisan-tulisan beliau sejak 1997 dan koleksi buku wajib saya adalah karya Anand Krishna . Saat itu, “kehadiran” Anand Krishna membuat saya selalu “lapar dan dahaga”, begitu ada buku baru lagi, langsung saya beli, ada uang makan atau tidak, itu masalah belakangan, sehingga buku lain sepertinya sudah  tidak 'menarik' lagi bagi saya.
Waktu itu saya masih kuliah di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto, Fakultas Pertanian, Angkatan 1996. Jujur, dan saya tidak melebih-lebihkan, paling tidak secara empati pemikiran, bahwa tulisan beliau sangat murni, luas, kaya, dalam, TETAPI mudah dicerna, praktikal-membumi dan tiada duanya. Kalau Anda tidak percaya, coba baca satu buku saja, dan anda akan mengerti apa yang saya maksud. Bahkan saya berani menantang dengan hormat para penulis terbaik di negeri ini untuk membuktikannya. Karena saya tahu karya tulis tidak dinilai dari keindahan gaya penulisan tetapi “cahaya-kekuatan yang bermanfaat”  dibalik setiap tulisan. Saya suka menulis, indah dalam bualan kosong tak berharga, kilap tapi tak bercahaya. Karya anand Krishna membuat saya berpikir seribu kali jika ingin menulis sesuatu.  
saya memang kaget, tidak menyangka kalau beliau bisa tersangkut kasus asusila. Kemudian terbersit dalam pikiran saya bahwa tidak dapat disangkal memang kalau sejak dulu banyak tokoh agama, tokoh panutan masyarakat yang benar-benar terbukti melakukan tindakan asusila dan tidak bermoral. Pikiran saya langsung membuat justifikasi sepihak yang langsung saya aminkan. Seketika itu saya langsung down.
But wait a minute, ada muncul pikiran yang bertanya kepada diri saya sendiri (selftalk),  “Apa yang kamu dapatkan sejak mengenal karya-karya Anand Krishna ?,”.  Saya langsung terdiam malu… 
Istri saya sendiri (Aprielia Yunita) langsung menangis ketika mendengar berita tersebut. saya menjadi semakin membisu... saya tahu makna tangisan itu. Jauh dari arti cengeng yang melankolis dan berlebihan. Entah kekuatan empati apa yang membuatnya begitu sedih. Lha wong ketemu Anand Krishna aja gak pernah. Dia begitu yakin Anand Krishna tidak bersalah.
Memang saya tidak pernah bertemu-tatap muka dengan anad Krishna. Bahkan saya tidak menyukai foto “muda” beliau pada cover buku terbitan awal (kecuali foto “tua” beliau pada terbitan berikutnya sampai sekarang) meskipun demikian, begitu membaca halaman pertama, saya langsung lupa perasaan tidak enak tersebut, bahkan lupa waktu dan lupa makan karena tidak bisa berhenti membaca. Sebab setiap lembarnya adalah “Butir-butir mutiara pencerahan Anthony de Mello, SJ”.
Masya Allah, saya tidak berbohong, tulisan seorang Anand Krishna  telah membuka mata saya untuk melihat hidup lebih luas lagi. Melihat indahnya keberagaman yang tampak semrawut. Melihat persatuan dalam perbedaan yang tak terjembatani. Melihat kemunafikan dalam diri dan berusaha memperbaikinya. Mengajak terbang dalam kebebasan dengan sayap “pengertian”, karena setiap orang ingin dimengerti setiap keinginannya yang wajar-manusiawi, meskipun tampak berbeda dari kebiasaan umum yang berlaku. Mengajari untuk melepas dan membuang “konsep pikiran” yang selama ini membatasi gerakan dan pandangan jauh ke depan. Menuntun untuk selalu memberdaya diri agar mampu merasakan inner bliss, kebahagian sejati, yang tidak naik-turun/terpengaruh karena “sikon”,  kasih tak bersyarat yang bersemayam dalam diri dan segala yang ada, yang menjadi puncak kesadaran bahwa segala sesuatu yang ada adalah satu adanya, manunggal. Dengan demikian, melukai atau mengasihi orang lain berarti melukai dan mengasihi diri sendiri. Simple banget. Saya baru ingat ada pepatah Batak  yang berbunyi, “Mandanggur tu Dolok”, atau “Melempar ke Gunung”. Dan apapun yang kita lempar ke gunung akan kembali kepada kita.
Anehnya, dalam setiap halaman pertama buku Tulisan Anand Krishna  selalu ada WARNING, “jika anda belum siap menerima hal yang baru jangan lanjutkan membaca buku ini”. Ego saya yang keras dan besar merasa tertantang. Tersinggung  tetapi rasa ingin tahu menafikkan ego saya sehingga saya BERANI AMBIL RESIKO. Belakangan saya mulai mengerti maksud Anand Krishna , yaitu  “keterbukaan diri”. JANGAN MENUTUP DIRI dulu, buka diri terhadap pengalaman yang lain.  Jangan jadi katak dalam tempurung. Buka matamu lebar-lebar, bukan hanya kamu yang ada di dunia ini. Bukan hanya konsepmu/ pemahamanmu yang ada dan benar, masih banyak orang di luar sana yang memiliki konsep dan berpikir lebih baik atau sama sepertimu,  dan bahkan konsep itu sendiri harus dilampaui demi kemanusiaan, demi kasih. Dengan demikian RASA INGIN TAHU yang netral dapat berubah menjadi alat untuk belajar  lebih banyak lagi yang dapat membuat diri kita BERTUMBUH-KEMBANG menjadi lebih TERBUKA. Keterbukaan diri otomatis akan membuat jiwa kita lebih luas, dalam dan penuh pengertian. Pasti. Ke-Anehan berubah menjadi Ke-Terbukaan yang indah. Just try it!
Anad krishna selalu berpesan bahwa pesan hanya pesan. Sesuci apapun itu. Setiap pesan harus dilakoni. Kami sekeluarga tidak pernah berhubungan dengan beliau secara pribadi  kecuali hanya sebatas buku saja, tapi mampu mengubah keluarga kecil kami menjadi keluarga, yang menurut saya, sangat indah tetapi bisa aneh bagi orang lain. Bagi saya, istri saya dan tiga anak perempuan saya, semua budaya, agama, manusia adalah sama saja. Saya suku Batak, Istri saya Suku jawa,  kami adalah penganut agama Kristen Protestan.   ajakan Anand Krishna  membuat kami lebih giat untuk mengenal Kristus lebih dekat lagi.   
Alhamdulilah, Puji Tuhan, Saya beryukur putri-putri saya lebih terbuka daripada saya sendiri karena pada usia yang sangat dini (SD) mereka sudah melihat setiap agama dan budaya dengan penuh rasa hormat. Mereka sudah belajar untuk mengasihi Nabi Muhammad saw, Buddha, Dewi Kwam Im, Lord Krishna, Lord Shiva, Lord Rama seperti mengasihi Yesus Kristus sendiri, Oh My God, bahkan mereka melihat itu sama saja, melihat Yesus sebagai Muhammad dan seterusnya. Sungguh indah. Tetapi saya, bapaknya sendiri, baru dalam usia 30 tahun  mampu merasakan apa yang dirasakan putri-putriku. Demi diri saya sendiri, saya tidak pernah memaksa mereka. Saya membebaskan mereka menentukan pemahaman mereka sendiri, dan hasilnya. Beyond my expectation !.  
‘Apa’ yang dibagikan anand Krishna memang sangat sederhana. Really !. Hanya sebuah ajakan. Selama hidup hanya melihat ke arah Timur dan mempercayai hanya Timur yang exist, there is nothing else ! Pokoknya berani matilah mempertahankan kebenaran itu. Gak salah memang, faktanya memang arah timur itu memang ada kok. Dan selama ini itulah yang kita lakukan. Mempertahankan dan melestarikan dalam berbagai doktrin dan ritual bahwa Timur itu ada. Entah “Timur” adalah agama, nabi, budaya, paham, ideologi, prinsip, kepribadian, pilihan, dll, you name it.  Hanya saja, “usaha bertahan”  yang  cenderung tertutup tersebut bisa membuat kita menjadi alot, kaku, keras, eksklusif dan tanpa ampun. Bahkan rentan terhadap manipulasi-pembodohan demi “kelestarian timur”. Dan segala yang keras selalu lebih mudah patah, lebih mudah menimbulkan konflik atau perpecahan. Apalagi Nusantara ini yang beraneka ragam. Nah, kemudian anand Krishna mencoba memberi solusi sederhana, melalui berbagai tulisan dan kegiatan yang intinya, “sometimes just look around you”.  Bah ?, rupanya masih ada arah yang lain ya. Dan ternyata, Nusantara zaman dulu bisa melakukankanya. Kenapa kita gak bisa?.  Ini pesan yang saya tangkap dari seorang anand Krishna.
Jadi kalau ada pihak-pihak yang tidak suka dengan apa yang dilakukan seorang anand Krishna, atau siapapun itu yang mencoba bersikap terbuka, elastis-apresiatif dan saling menghormati dalam keberagaman berarti tidak suka dengan dirinya sendiri, dengan jiwa nusantara. Lha wong apa yang ditawarkankan anand Krishna memang SIKAP dan KESADARAN yang pernah kita capai pada zaman nusantara dulu kok.  Dan bila “sesuatu” dilakukan demi  kepentingan, tujuan tertentu maka muncullah status quo  eksklusif yang anti perubahan. Mungkin para status quo itu merasa bahwa ajakan yang dilakukan anand Krishna merupakan alar penghalang  yang perlu diretas, dibabat dengan cara apapun. Ini bukan hal yang baru, lihat saja kebelakang, sepeninggal Nabi Muhammad SAW, apa yang terjadi dengan Fatimah dan suaminya Ali serta peristiwa di Karbala. Apa motif di belakang peristiwa tersebut ?. Kepentingan dan kekuasaan pribadi. Begitu kita melakukan sesuatu demi kepentingan tertentu yang sempit maka yang harampun bisa dihalalkan. Kita menjadi keras, menjadi batu, menjadi benda mati yang tak punya perasaan. Allahu Akhbar.
So, sister brother, jangan bilang dirimu orang percaya, sudah selamat, orang beriman, orang yang bertakwa jika engkau belum dapat MENCINTAI Yesus seperti Muhammad atau sebaliknya.  Sudah pernah engkau mencoba untuk MENGASIHI orang lain, suku lain, budaya lain, apapun latar belakangnya, seperti dirimu sendiri. Serta meyakini semuanya memiliki harkat martabat yang sama tanpa ada lebih rendah dan tinggi? As simple As That. Please, tidak usah berdebat dulu. Coba saja Uji hatimu sendiri.  Tuhan tidak dapat dijangkau oleh pikiran (konsep/teori, logika, rasio), tapi perasaan/hati. Jadi Langsung praktek sekarang! Jika belum, there is something wrong with your heart that need to be fixed. Lha, para nabi-rasul-avatar sama-sama utusan Tuhan, dan kita Sama-sama manusia. I think that’s what Anand Krishna really want to share with us.
Sebelum membuat tulisan ini kami sempat menonton cuplikan video di situs www.freeanandkrishna.org tentang  tindak kekerasan dan kekacauan yang dilakukan para aparat polisi di ashram Ubud, Bali saat akan melakukan pengambilan paksa Anand Krishna  terutama tindakan kekerasan dan usaha melemparkan mereka seperti barang, yaitu terhadap wanita yang protes dengan dengan berduduk sila untuk menghalangi para aparat polisi.  Putri saya yang paling besar, Audrey (12 thn) langsung menangis dan protes terhadap perilaku tidak manusiawi itu. Padahal saya sudah mencoba untuk tidak menunjukkan ekspresi emosional agar tidak mempengaruhi putri-putri saya saat melihat kejadian itu. Oh, God,  it must be A PURE LOVE,  A PURE EMPATHY.  Anak-anak kita ternyata dapat  membedakan mana yang beradab dan mana yang biadab. Be carefull.  Atau mungkin, tindakan putri saya tersebut  pasti sudah diguna-gunai Anand Krishna dari Ubud, Bali sampai ke Tarutung, Tapanuli Utara.
My friends. Im not talking bullshit. Tidak mungkin SESEORANG YANG TIDAK PERNAH KAMI KENAL secara pribadi seperti Anand Krishna DAPAT MEMPENGARUHI pandangan hidup kami menjadi lebih indah begitu saja, KECUALI Anand Krishna MEMANG SEBESAR MAHATMA GANDHI.  Kultus individu ?!  saya tidak merasa mengkultuskan seorang anand Krishna tetapi BENAR kalau saya  mengamini keindahan karya dan apa yang dilakukanya seperti saya mengamini apa yang dilakukan MAHATMA GANDHI.
Dan SESUCI apapun UCAPAN dan PENAMPILAN LUAR seseorang, TIDAK AKAN PERNAH mampu mempengaruhi orang lain menjadi lebih baik KECUALI DIA BERJIWA SUCI karena hanya KEBAIKAN JIWA  yang dapat MENULARKAN KEBAIKAN JIWA pula. Dan Itu sudah dibuktikan oleh hukum fisika quantum.
Silahkan menilai sendiri wahai anak-anakku, sahabatku, abangku-kakakku, orangtuaku, guruku, pemimpinku : JIKA SEMUA ORANG yang membaca buku Anand Krishna  MENJADI SEMAKIN TIDAK BERMORAL, dan JIKA SEMUA ORANG yang mengikuti bimbingan/pelatihan Anand Krishna  MENJADI SEMAKIN TIDAK BERMORAL, MAKA KETAHUILAH bahwa ANAND KRISHNA  MEMANG TIDAK BERMORAL  tetapi DEMIKIAN JUGA SEBALIKNYA. Take the lessons from the past. You have to make a choice.
Dan saya meyakini tak mungkin keluar racun dari susu. Susu dibalas racun mungkin. Jadi saya berpendapat bahwa semua yang dituduhkan pada anand Krishna adalah fitnah keji dan konspirasi busuk untuk membunuh dan membungkam tidak hanya anand Krishna saja tapi setiap insan yang ingin hidup damai dalam keberagaman suku, agama, budaya,  yang merupakan cerminan semangat hidup nusantara. Pengambilan paksa anand Krishna yang disertai kekerasan atas nama kasasi yang cacat hukum menjadi bukti betapa cacatnya penegakan  hukum di negeri ini yang tidak bisa adil dan memberi kepastian/perlindungan hukum bagi wargannya kecuali kepastian hukum rimba yang dikuasai keinginan hewani. Demi kepastian hukum, anand Krishna harus dibebaskan!.
Semoga Segala Mahluk Berbahagia, Semoga Segala Mahluk Bebas Dari Penderitaan
NAMASTE…
(Aku menyembah Yesus, Muhammad, Buddha, Krishna, Kwam In, Rama, Maria, Shiva, Kasih Allah yang berdiam di dalam dirimu)

Work of Anand Krishna  : www.anandashram.org ; www.omkar.org,
Brother sister, please sign the petition for Anand Krishna at www.freeanandkrishna.org 


No comments:

Post a Comment