ANAND KRISHNA AND US (1997-2013)
by : afzar harianja and aprielia yunita
Salam damai…
Seorang Anand Krishna bukanlah
seorang penjahat. Siapapun boleh benci-cinta atau suka-tolak atas segala
pemikiran dan karya beliau. Tapi tindakan langsung untuk menghakimi
bahkan meyakini begitu saja bahwa seorang Anand Krishna adalah kriminal
atau pembuat onar di Bumi Pertiwi Indonesia sangatlah tidak rasional-intelek
dan tidak manusiawi-berbudaya.
Ya, saya tahu, belakangan ini (2010)
beliau sedang diterpa kasus “tuduhan” perbuatan asusila terhadap seorang
perempuan yang nota bene “aktif” mengikuti kegiatan di Yayasan Anand Ashram,
Jakarta. dan, akhirnya pun pengadilan memutuskan bahwa beliau tidak terbukti
bersalah dengan putusan “bebas murni”. Tapi kini (2012/2013) kasus tersebut
kembali di-kasasi oleh MA untuk meninjau putusan “bebas murni “ tersebut.
padahal tindakan yang dilakukan oleh Hakim dan Jaksa Penuntut Umum Negara
tersebut, secara hukum menyalahi peraturan hukum itu sendiri karena
putusan“bebas murni” tidak dapat di-kasasi.
Terus terang, pada awalnya saya sangat shock
ketika mendengar kasus yang menimpa Anand Krishna pada tahun 2010.
Bagaimana tidak, saya sudah mengenal tulisan-tulisan beliau sejak 1997 dan
koleksi buku wajib saya adalah karya Anand Krishna . Saat itu, “kehadiran”
Anand Krishna membuat saya selalu “lapar dan dahaga”, begitu ada buku baru
lagi, langsung saya beli, ada uang makan atau tidak, itu masalah belakangan,
sehingga buku lain sepertinya sudah tidak 'menarik' lagi bagi saya.
Waktu itu saya masih kuliah di
Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto, Fakultas Pertanian,
Angkatan 1996. Jujur, dan saya tidak melebih-lebihkan, paling tidak secara
empati pemikiran, bahwa tulisan beliau sangat murni, luas, kaya, dalam, TETAPI
mudah dicerna, praktikal-membumi dan tiada duanya. Kalau Anda tidak percaya,
coba baca satu buku saja, dan anda akan mengerti apa yang saya maksud. Bahkan
saya berani menantang dengan hormat para penulis terbaik di negeri ini untuk
membuktikannya. Karena saya tahu karya tulis tidak dinilai dari keindahan gaya
penulisan tetapi “cahaya-kekuatan yang bermanfaat” dibalik setiap
tulisan. Saya suka menulis, indah dalam bualan kosong tak berharga, kilap tapi
tak bercahaya. Karya anand Krishna membuat saya berpikir seribu kali jika ingin
menulis sesuatu.
saya memang kaget, tidak menyangka kalau
beliau bisa tersangkut kasus asusila. Kemudian terbersit dalam pikiran saya
bahwa tidak dapat disangkal memang kalau sejak dulu banyak tokoh agama, tokoh
panutan masyarakat yang benar-benar terbukti melakukan tindakan asusila dan
tidak bermoral. Pikiran saya langsung membuat justifikasi sepihak yang langsung
saya aminkan. Seketika itu saya langsung down.
But wait a minute, ada muncul
pikiran yang bertanya kepada diri saya sendiri (selftalk), “Apa
yang kamu dapatkan sejak mengenal karya-karya Anand Krishna ?,”. Saya
langsung terdiam malu…
Istri saya sendiri (Aprielia Yunita)
langsung menangis ketika mendengar berita tersebut. saya menjadi semakin
membisu... saya tahu makna tangisan itu. Jauh dari arti cengeng yang melankolis
dan berlebihan. Entah kekuatan empati apa yang membuatnya begitu sedih. Lha
wong ketemu Anand Krishna aja gak pernah. Dia begitu yakin Anand
Krishna tidak bersalah.
Memang saya tidak pernah bertemu-tatap
muka dengan anad Krishna. Bahkan saya tidak menyukai foto “muda” beliau pada
cover buku terbitan awal (kecuali foto “tua” beliau pada terbitan berikutnya
sampai sekarang) meskipun demikian, begitu membaca halaman pertama, saya
langsung lupa perasaan tidak enak tersebut, bahkan lupa waktu dan lupa makan
karena tidak bisa berhenti membaca. Sebab setiap lembarnya adalah “Butir-butir
mutiara pencerahan Anthony de Mello, SJ”.
Masya Allah, saya tidak berbohong,
tulisan seorang Anand Krishna telah membuka mata saya untuk melihat hidup
lebih luas lagi. Melihat indahnya keberagaman yang tampak semrawut. Melihat
persatuan dalam perbedaan yang tak terjembatani. Melihat kemunafikan dalam diri
dan berusaha memperbaikinya. Mengajak terbang dalam kebebasan dengan sayap
“pengertian”, karena setiap orang ingin dimengerti setiap keinginannya yang
wajar-manusiawi, meskipun tampak berbeda dari kebiasaan umum yang berlaku.
Mengajari untuk melepas dan membuang “konsep pikiran” yang selama ini membatasi
gerakan dan pandangan jauh ke depan. Menuntun untuk selalu memberdaya diri agar
mampu merasakan inner bliss, kebahagian sejati, yang tidak
naik-turun/terpengaruh karena “sikon”, kasih tak bersyarat yang
bersemayam dalam diri dan segala yang ada, yang menjadi puncak kesadaran bahwa
segala sesuatu yang ada adalah satu adanya, manunggal. Dengan demikian, melukai
atau mengasihi orang lain berarti melukai dan mengasihi diri sendiri. Simple
banget. Saya baru ingat ada pepatah Batak yang berbunyi,
“Mandanggur tu Dolok”, atau “Melempar ke
Gunung”. Dan apapun yang kita lempar ke gunung akan kembali kepada kita.
Anehnya, dalam setiap halaman pertama
buku Tulisan Anand Krishna selalu ada WARNING, “jika anda belum
siap menerima hal yang baru jangan lanjutkan membaca buku ini”. Ego saya yang
keras dan besar merasa tertantang. Tersinggung tetapi rasa ingin tahu
menafikkan ego saya sehingga saya BERANI AMBIL RESIKO. Belakangan saya
mulai mengerti maksud Anand Krishna , yaitu “keterbukaan diri”. JANGAN
MENUTUP DIRI dulu, buka diri terhadap pengalaman yang lain. Jangan
jadi katak dalam tempurung. Buka matamu lebar-lebar, bukan hanya kamu yang ada
di dunia ini. Bukan hanya konsepmu/ pemahamanmu yang ada dan benar, masih
banyak orang di luar sana yang memiliki konsep dan berpikir lebih baik atau
sama sepertimu, dan bahkan konsep itu sendiri harus dilampaui demi
kemanusiaan, demi kasih. Dengan demikian RASA INGIN TAHU yang netral
dapat berubah menjadi alat untuk belajar lebih banyak lagi yang dapat
membuat diri kita BERTUMBUH-KEMBANG menjadi lebih TERBUKA.
Keterbukaan diri otomatis akan membuat jiwa kita lebih luas, dalam dan penuh
pengertian. Pasti. Ke-Anehan berubah menjadi Ke-Terbukaan yang indah. Just
try it!
Anad krishna selalu berpesan bahwa pesan hanya
pesan. Sesuci apapun itu. Setiap pesan harus dilakoni.
Kami sekeluarga tidak pernah berhubungan dengan beliau secara pribadi
kecuali hanya sebatas buku saja, tapi mampu mengubah keluarga kecil kami
menjadi keluarga, yang menurut saya, sangat indah tetapi bisa aneh bagi orang
lain. Bagi saya, istri saya dan tiga anak perempuan saya, semua budaya, agama,
manusia adalah sama saja. Saya suku Batak, Istri saya Suku jawa, kami
adalah penganut agama Kristen Protestan. ajakan Anand Krishna
membuat kami lebih giat untuk mengenal Kristus lebih dekat lagi.
Alhamdulilah, Puji Tuhan, Saya beryukur
putri-putri saya lebih terbuka daripada saya sendiri karena pada usia yang
sangat dini (SD) mereka sudah melihat setiap agama dan budaya dengan penuh rasa
hormat. Mereka sudah belajar untuk mengasihi Nabi Muhammad saw, Buddha, Dewi
Kwam Im, Lord Krishna, Lord Shiva, Lord Rama seperti mengasihi Yesus Kristus
sendiri, Oh My God, bahkan mereka melihat itu sama saja, melihat Yesus
sebagai Muhammad dan seterusnya. Sungguh indah. Tetapi saya, bapaknya sendiri,
baru dalam usia 30 tahun mampu merasakan apa yang dirasakan
putri-putriku. Demi diri saya sendiri, saya tidak pernah memaksa mereka. Saya
membebaskan mereka menentukan pemahaman mereka sendiri, dan hasilnya. Beyond
my expectation !.
‘Apa’ yang dibagikan anand Krishna memang
sangat sederhana. Really !. Hanya sebuah
ajakan. Selama hidup hanya melihat ke arah Timur dan mempercayai hanya Timur
yang exist, there is nothing
else ! Pokoknya berani matilah mempertahankan kebenaran itu. Gak
salah memang, faktanya memang arah timur itu memang ada kok.
Dan selama ini itulah yang kita lakukan. Mempertahankan dan melestarikan dalam
berbagai doktrin dan ritual bahwa Timur itu ada. Entah “Timur” adalah agama,
nabi, budaya, paham, ideologi, prinsip, kepribadian, pilihan, dll, you
name it. Hanya saja, “usaha bertahan” yang
cenderung tertutup tersebut bisa membuat kita menjadi alot, kaku, keras,
eksklusif dan tanpa ampun. Bahkan rentan terhadap manipulasi-pembodohan demi
“kelestarian timur”. Dan segala yang keras selalu lebih mudah patah, lebih
mudah menimbulkan konflik atau perpecahan. Apalagi Nusantara ini yang beraneka
ragam. Nah, kemudian anand Krishna mencoba memberi solusi sederhana, melalui
berbagai tulisan dan kegiatan yang intinya, “sometimes just
look around you”. Bah
?, rupanya masih ada arah yang lain ya. Dan ternyata, Nusantara zaman dulu bisa
melakukankanya. Kenapa kita gak bisa?.
Ini pesan yang saya tangkap dari seorang anand Krishna.
Jadi kalau ada pihak-pihak yang tidak
suka dengan apa yang dilakukan seorang anand Krishna, atau siapapun itu yang
mencoba bersikap terbuka, elastis-apresiatif dan saling menghormati dalam
keberagaman berarti tidak suka dengan dirinya sendiri,
dengan jiwa nusantara. Lha
wong apa yang ditawarkankan anand Krishna memang SIKAP dan
KESADARAN yang pernah kita capai pada zaman nusantara dulu kok.
Dan bila “sesuatu” dilakukan demi kepentingan, tujuan tertentu maka
muncullah status quo eksklusif yang anti
perubahan. Mungkin para status quo itu merasa
bahwa ajakan yang dilakukan anand Krishna merupakan alar penghalang yang
perlu diretas, dibabat dengan cara apapun. Ini bukan hal yang baru, lihat saja
kebelakang, sepeninggal Nabi Muhammad SAW, apa yang terjadi dengan Fatimah dan
suaminya Ali serta peristiwa di Karbala. Apa motif di belakang peristiwa
tersebut ?. Kepentingan dan kekuasaan pribadi. Begitu kita melakukan sesuatu
demi kepentingan tertentu yang sempit maka yang harampun bisa dihalalkan. Kita
menjadi keras, menjadi batu, menjadi benda mati yang tak punya perasaan. Allahu
Akhbar.
So, sister brother, jangan bilang
dirimu orang percaya, sudah selamat, orang beriman, orang yang bertakwa jika
engkau belum dapat MENCINTAI Yesus seperti Muhammad atau sebaliknya. Sudah
pernah engkau mencoba untuk MENGASIHI orang lain, suku lain, budaya
lain, apapun latar belakangnya, seperti dirimu sendiri. Serta meyakini semuanya
memiliki harkat martabat yang sama tanpa ada lebih rendah dan tinggi? As
simple As That. Please, tidak usah berdebat dulu. Coba saja Uji hatimu
sendiri. Tuhan tidak dapat dijangkau oleh pikiran (konsep/teori, logika,
rasio), tapi perasaan/hati. Jadi Langsung praktek sekarang! Jika belum, there
is something wrong with your heart that need to be fixed. Lha, para
nabi-rasul-avatar sama-sama utusan Tuhan, dan kita Sama-sama manusia. I
think that’s what Anand Krishna really want to share with us.
Sebelum membuat tulisan ini kami sempat
menonton cuplikan video di situs www.freeanandkrishna.org tentang
tindak kekerasan dan kekacauan yang dilakukan para aparat polisi di ashram
Ubud, Bali saat akan melakukan pengambilan paksa Anand Krishna terutama
tindakan kekerasan dan usaha melemparkan mereka seperti barang, yaitu terhadap
wanita yang protes dengan dengan berduduk sila untuk menghalangi para aparat
polisi. Putri saya yang paling besar, Audrey (12 thn) langsung menangis
dan protes terhadap perilaku tidak manusiawi itu. Padahal saya sudah mencoba
untuk tidak menunjukkan ekspresi emosional agar tidak mempengaruhi putri-putri
saya saat melihat kejadian itu. Oh, God, it must be A PURE LOVE, A
PURE EMPATHY. Anak-anak kita ternyata dapat membedakan mana yang
beradab dan mana yang biadab. Be carefull.
Atau mungkin, tindakan putri saya tersebut pasti sudah
diguna-gunai Anand Krishna dari Ubud, Bali sampai ke Tarutung, Tapanuli Utara.
My friends. Im not talking bullshit.
Tidak mungkin SESEORANG YANG TIDAK PERNAH KAMI KENAL secara pribadi seperti
Anand Krishna DAPAT MEMPENGARUHI pandangan hidup kami menjadi lebih indah
begitu saja, KECUALI Anand Krishna MEMANG SEBESAR MAHATMA GANDHI.
Kultus individu ?! saya tidak merasa mengkultuskan seorang anand
Krishna tetapi BENAR kalau saya mengamini keindahan karya dan apa yang
dilakukanya seperti saya mengamini apa yang dilakukan MAHATMA GANDHI.
Dan SESUCI apapun UCAPAN dan PENAMPILAN
LUAR seseorang, TIDAK AKAN PERNAH mampu mempengaruhi orang lain menjadi lebih
baik KECUALI DIA BERJIWA SUCI karena hanya KEBAIKAN JIWA yang dapat
MENULARKAN KEBAIKAN JIWA pula. Dan Itu sudah dibuktikan oleh hukum fisika
quantum.
Silahkan menilai sendiri wahai
anak-anakku, sahabatku, abangku-kakakku, orangtuaku, guruku, pemimpinku : JIKA
SEMUA ORANG yang membaca buku Anand Krishna MENJADI SEMAKIN TIDAK
BERMORAL, dan JIKA SEMUA ORANG yang mengikuti bimbingan/pelatihan Anand Krishna
MENJADI SEMAKIN TIDAK BERMORAL, MAKA KETAHUILAH bahwa ANAND
KRISHNA MEMANG TIDAK BERMORAL tetapi DEMIKIAN JUGA SEBALIKNYA.
Take the lessons from the past. You have to make a choice.
Dan saya meyakini tak mungkin keluar
racun dari susu. Susu dibalas racun mungkin. Jadi saya berpendapat bahwa semua
yang dituduhkan pada anand Krishna adalah fitnah keji dan konspirasi busuk
untuk membunuh dan membungkam tidak hanya anand Krishna saja tapi setiap insan
yang ingin hidup damai dalam keberagaman suku, agama, budaya, yang
merupakan cerminan semangat hidup nusantara. Pengambilan paksa anand Krishna
yang disertai kekerasan atas nama kasasi yang cacat hukum menjadi bukti betapa
cacatnya penegakan hukum di negeri ini yang tidak bisa adil dan memberi
kepastian/perlindungan hukum bagi wargannya kecuali kepastian hukum rimba yang
dikuasai keinginan hewani. Demi kepastian hukum, anand Krishna harus
dibebaskan!.
Semoga Segala Mahluk Berbahagia,
Semoga Segala Mahluk Bebas Dari Penderitaan
NAMASTE…
(Aku menyembah Yesus, Muhammad,
Buddha, Krishna, Kwam In, Rama, Maria, Shiva, Kasih Allah yang berdiam di dalam
dirimu)
Work of Anand Krishna : www.anandashram.org ; www.omkar.org,
Brother sister, please sign the
petition for Anand Krishna at www.freeanandkrishna.org

No comments:
Post a Comment