Tulisan ini saya buat ketika mendengar curhatan teman
tentang hidupnya yang lumayan menarik untuk dijadikan sebuah pemikiran karena
mungkin hal ini terjadi pada beberapa orang yang tetap memegang prinsipnya.
Mungkin ini adalah hal yang lumrah yang terjadi di dalam masyarakat kita ini.
Jadi apa yang kita akan bahas kali ini??
ü Suryak
siu, atau yang artinya berteriak
beramai-ramai di belakang, dan ketika ditantang untuk bertedebat tentang sebuah
masalah akan menjadi ciut. Menjadi “sok” pintar berbicara tanpa referensi atau
acuan yang jelas. dan jika terjadi pedebatan maka, jika seseorang mengajukan pendapat yang berbeda atau tak
setuju, maka akan dianggap sebagai musuh bersama. apa indahnya jika diskusi
hanya menggunakan sebuah pemikiran yang seragam.? Dalam hal ini mungkin orang
orang tersebut hanya bisa berkata:”I’m
just disagree but I’m not enemy” dalam hati. Selain itu, akan hadir orang –
orang yang tidak tau permasalahan namun hanya ikut- ikutan ( berpikir hanya
berdasarkan apa yang didengar dari orang) namun tindakannya seperti seorang
yang mengalami dan juga menguasai permasalahan tersebut.
ü Belog ajum, adalah salah satu sifat
negative orang Bali. Karakter orang yang gampang terpengaruh dengan pujian.
jika anda adalah karakter orang yang setia dan memiliki loyalitas tinggi
maka bersiaplah kehilangan teman atau pimpinan yang sebenarnya memiliki potensi
karna dalam prosesnya banyak orang yang
setia dan penuh dengan loyalitas harus disia-siakan oleh pemimpin yang
berpotensi namun berada pada pengaruh oleh penjilat-penjilat yang ahli dalam
basa basi menghanyutkan (life service).
Perbedaan antara orang dengan loyalitas dengan orang yang penuh dengan “life service”. Adalah, orang yang
memiliki loyalitas tidak akan takut mendebat idea tau gagasan
pimpinan/atasannya. Dan karakter yang paling terlihat dari seorang penjilat
adalah memiliki 2 muka, dalam artian, antara omongan dan tindakan akan sangat
berbeda.
ü Karakter melawan media. Pada zaman ini,
media sangat berperan dalam menentukan karakter seseorang di mata orang lain.
Media ini bukan hanya berarti Koran ataupun televise namun juga bisa melawan
citra seseorang. Saya tergelitik manulis cerita ini ketika mendengar kisah
seorang teman. Ilustrasinya seperti ini:
·
Si A dan si B
adalah teman yang akrab. Si A adalah
seorang yang baik, pintar, disenangi banyak orang, dan juga suka menolong orang
lain, sedangkan si B adalah orang yang agak urakan, agak bodoh dan juga jarang
bergaul. Suatu hari si B memperkenalkan pacarnya yang bernama si C kepada si A,
si A jatuh cinta dan dengan cerita yang rumit, akhirnya si A berpacaran dengan
si C, karna si A masih tidak rela karena mungkin masih sayang kepada si C
akhirnya mencoba merebut kembali, dan kadang menceritakan masalahnya kepada
orang orang namun yang terjadi, orang
–orang menilai si B yang salah, bayangkan jika si B adalah anda. Selain
kehilangan kekasihnya namun juga mendapat perlakuan yang kurang adil dari orang
orang sekitarnya.
·
Jika misalkan kedua
orang ini bertengkar maka orang – orang pasti akan menyalahkan si B, walaupun
mereka tidak tahu apa yang terjadi. Sometime
an angel do a mistake and devil need an sympathy.
·
Manusia hanya melihat
orang hanya dari bagian luarnya saja jadi jika anda mendapat perlakuan tidak
adil, just believe that karma will come at perfect time. Jangan menjadi manusia
palsu hanya untuk terihat baik (just an advice).
·
Hal ini terjadi pada
beberapa orang. Sebut saja, Sutan syahrir ,Tan malaka dan beberapa pejuang
bangsa, yang memiliki pandangan berbeda dengan Soekarno namun oleh beberapa
media dan beberapa perspective sejarah digambarkan sebagai seorang penghianat.
Oleh karena itu, sekali-kali membaca sejarah itu penting.
ü The
eagle flies alone, atau bagaimana jika anda bisa melangkah sendiri tanpa
harus takut dimusuhi oleh masyarakat. jika anda pernah membaca buku yang
berhubungan dengan Soe Hok Gie, maka ungkapan ini tidak akan asing lagi.
Soe hok gie adalah karakter orang yang patut untuk di kagumi. Ia tidak takut
sendiri tanpa memiliki teman, ataupun diasingkan daripada menjadi manusia yang
munafik atau Fake people. Dia
berusaha menyampaikan pemikirannya di era Soekarno dan Soeharto namun prinsip
ini sangat sulit untuk dijalani. Anda akan dianggap orang aneh, bodoh dan juga
gila. Apalagi jika bisa mengungkapkan sesuatu yang berbeda dengan pandangan
masyarakat yang sudah lamadijadikan sebuah kebenaran. Mungkin nasib anda akan
sama seperti Galileo.
ü Superhero adalah orang yang bisa
mejalani penderitaannya sendiri (helmingway) ungkapan itu adalah ungkapan yang
diungkapkan oleh helmingway dalam novel the
old man and the sea. Maka jika selama ini anda bisa menjalani masalah
ataupun penderitaan anda sendiri, maka anda layak disebut superhero. Jadi bisa
berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain adalah sifat superhero, karna
tidak semua orang beruntung bisa memiliki sahabat ada pada saat sulit, dan jika
anda bukan bagian orang yang beruntung itu, hadapilah penderitaan anda sendiri,
karna fake friend hanya akan tertawa
mendengar masalah anda.
“Saya adalah tokoh
antagonis di dalam drama kehidupan ini”, tulisan ini saya buat dari bagian cara
melihat sesuatu dari perspective yang berbeda, karena jika melihat kehidupan
seseorang yang berusaha menjadi baik, namun
karena satu hal dan lain hal ia menjadi
tokoh antagonis, yang masih sabar berbuat tanpa pernah mendapat penghargaan dan
sering mendapat perlakuan yang tidak pantas ia dapatkan.
Made
Gorbi Irawan 16052016 04.32 am
No comments:
Post a Comment