Friday, 20 May 2016

“Saya tokoh antagonis di drama kehidupan ini”



                      
            Tulisan  ini saya buat ketika mendengar curhatan teman tentang hidupnya yang lumayan menarik untuk dijadikan sebuah pemikiran karena mungkin hal ini terjadi pada beberapa orang yang tetap memegang prinsipnya. Mungkin ini adalah hal yang lumrah yang terjadi di dalam masyarakat kita ini. Jadi apa yang kita akan bahas kali ini??
ü        Suryak siu, atau  yang artinya berteriak beramai-ramai di belakang, dan ketika ditantang untuk bertedebat tentang sebuah masalah akan menjadi ciut. Menjadi “sok” pintar berbicara tanpa referensi atau acuan yang jelas. dan jika terjadi pedebatan maka, jika seseorang  mengajukan pendapat yang berbeda atau tak setuju, maka akan dianggap sebagai musuh bersama. apa indahnya jika diskusi hanya menggunakan sebuah pemikiran yang seragam.? Dalam hal ini mungkin orang orang tersebut hanya bisa berkata:”I’m just disagree but I’m not enemy” dalam hati. Selain itu, akan hadir orang – orang yang tidak tau permasalahan namun hanya ikut- ikutan ( berpikir hanya berdasarkan apa yang didengar dari orang) namun tindakannya seperti seorang yang mengalami dan juga menguasai permasalahan tersebut.
ü        Belog ajum, adalah salah satu sifat negative orang Bali. Karakter orang yang gampang terpengaruh dengan  pujian.  jika anda adalah karakter orang yang setia dan memiliki loyalitas tinggi maka bersiaplah kehilangan teman atau pimpinan yang sebenarnya memiliki potensi karna dalam  prosesnya banyak orang yang setia dan penuh dengan loyalitas harus disia-siakan oleh pemimpin yang berpotensi namun berada pada pengaruh oleh penjilat-penjilat yang ahli dalam basa basi menghanyutkan (life service). Perbedaan antara orang dengan loyalitas dengan orang yang penuh dengan “life service”. Adalah, orang yang memiliki loyalitas tidak akan takut mendebat idea tau gagasan pimpinan/atasannya. Dan karakter yang paling terlihat dari seorang penjilat adalah memiliki 2 muka, dalam artian, antara omongan dan tindakan akan sangat berbeda.    
ü        Karakter melawan media. Pada zaman ini, media sangat berperan dalam menentukan karakter seseorang di mata orang lain. Media ini bukan hanya berarti Koran ataupun televise namun juga bisa melawan citra seseorang. Saya tergelitik manulis cerita ini ketika mendengar kisah seorang teman. Ilustrasinya seperti ini:
·        Si A dan si B adalah   teman yang akrab. Si A adalah seorang yang baik, pintar, disenangi banyak orang, dan juga suka menolong orang lain, sedangkan si B adalah orang yang agak urakan, agak bodoh dan juga jarang bergaul. Suatu hari si B memperkenalkan pacarnya yang bernama si C kepada si A, si A jatuh cinta dan dengan cerita yang rumit, akhirnya si A berpacaran dengan si C, karna si A masih tidak rela karena mungkin masih sayang kepada si C akhirnya mencoba merebut kembali, dan kadang menceritakan masalahnya kepada orang orang  namun yang terjadi, orang –orang menilai si B yang salah, bayangkan jika si B adalah anda. Selain kehilangan kekasihnya namun juga mendapat perlakuan yang kurang adil dari orang orang sekitarnya.
·        Jika misalkan kedua orang ini bertengkar maka orang – orang pasti akan menyalahkan si B, walaupun mereka tidak tahu apa yang terjadi. Sometime an angel do a mistake and devil need an sympathy.
·        Manusia hanya melihat orang hanya dari bagian luarnya saja jadi jika anda mendapat perlakuan tidak adil, just believe that karma will come at perfect time. Jangan menjadi manusia palsu hanya untuk terihat baik (just an advice).
·        Hal ini terjadi pada beberapa orang. Sebut saja, Sutan syahrir ,Tan malaka dan beberapa pejuang bangsa, yang memiliki pandangan berbeda dengan Soekarno namun oleh beberapa media dan beberapa perspective sejarah digambarkan sebagai seorang penghianat. Oleh karena itu, sekali-kali membaca sejarah itu penting.
ü              The eagle flies alone, atau bagaimana jika anda bisa melangkah sendiri tanpa harus takut dimusuhi oleh masyarakat. jika anda pernah membaca buku yang berhubungan dengan Soe  Hok  Gie, maka ungkapan ini tidak akan asing lagi. Soe hok gie adalah karakter orang yang patut untuk di kagumi. Ia tidak takut sendiri tanpa memiliki teman, ataupun diasingkan daripada menjadi manusia yang munafik atau Fake people. Dia berusaha menyampaikan pemikirannya di era Soekarno dan Soeharto namun prinsip ini sangat sulit untuk dijalani. Anda akan dianggap orang aneh, bodoh dan juga gila. Apalagi jika bisa mengungkapkan sesuatu yang berbeda dengan pandangan masyarakat yang sudah lamadijadikan sebuah kebenaran. Mungkin nasib anda akan sama seperti Galileo.
ü              Superhero adalah orang yang bisa mejalani penderitaannya sendiri (helmingway) ungkapan itu adalah ungkapan yang diungkapkan oleh helmingway dalam novel the old man and the sea. Maka jika selama ini anda bisa menjalani masalah ataupun penderitaan anda sendiri, maka anda layak disebut superhero. Jadi bisa berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain adalah sifat superhero, karna tidak semua orang beruntung bisa memiliki sahabat ada pada saat sulit, dan jika anda bukan bagian orang yang beruntung itu, hadapilah penderitaan anda sendiri, karna fake friend hanya akan tertawa mendengar masalah anda.
           
                        “Saya adalah tokoh antagonis di dalam drama kehidupan ini”, tulisan ini saya buat dari bagian cara melihat sesuatu dari perspective yang berbeda, karena jika melihat kehidupan seseorang yang berusaha  menjadi baik, namun karena satu  hal dan lain hal ia menjadi tokoh antagonis, yang masih sabar berbuat tanpa pernah mendapat penghargaan dan sering mendapat perlakuan yang tidak pantas ia dapatkan.
                                   
                                                                                    Made Gorbi Irawan 16052016 04.32 am

No comments:

Post a Comment