Sunday, 13 October 2013

behind the scene "the succes" of albert einstein




 


Saat mencoba mendaftar di Eidgenosische Technische Hochschule (ETH) untuk mendapatkan diploma Electric Engineer-nya, Einstein ternyata gagal dalam ujian masuk.

Tapi dia tidak berhenti disitu, Einstein kemudian memilih melanjutkan sekolahnya di Aarau.

"Jangan biarkan sejarah masa lalumu membunuh takdir masa depanmu."

Siapa yang bisa menyangka ternyata pada masa2 awal dia bersekolah, Einstein bahkan pernah dianggap oleh beberapa guru mengalami gangguan mental. Itu karena dia selalu saja berdiam diri, duduk di belakang kelas sembari tersenyum2 sendiri.

"Orang2 tidak gagal, mereka hanya berhenti untuk mencoba."

Pada tahun 1900 ketika Albert Einstein telah lulus dari Polytechnic & mendapatkan diploma guru Matematika & Fisika, dia menghabiskan masa frustasi dua tahun setelahnya untuk mencari pekerjaan yg tak kunjung di dapatnya.

Namun lihatlah, pada tahun 1908 dia bahkan dianggap sebagai seorang pemimpin di bidang sains. Dan tahun2 berikutnya dia menjadi professor di beberapa universitas. Dan hingga masa sekarang ini, siapa sih yang nggak mengenal Albert Einstein?

Merujuk dari kegagalan Einstein hingga kesuksesannya yg luar biasa, kenapa kita tidak bisa menjadi seperti dia?

Menjadikan kegagalan sebagai kunci penyemangat menggapai kesuksesan . Memandang kegagalan itu sebagai sebuah celah, hingga yang dapat memisahkannya dengan keberhasilan hanyalah dari cara kita memandang dan tindakan yg akan kita ambil mengenainya. Hal itulah yang akan membuat perbedaan.

Kegagalan itu sebenarnya bukan ketika kita jatuh, akan tetapi ketika kita tidak pernah lagi berdiri setelah terjatuh.

Sunday, 22 September 2013

kesempurnaan yg hakiki tidak akan pernah ada, yg ada hanyalah keikhlasan hati kita untuk menerima kekurangan



Suatu hari Kahlil Gibran bertanya kepada Gurunya.

Gibran : "Bagaimana caranya agar kita mendapatkan sesuatu yg paling sempurna dalam hidup ?"
Sang Guru : "Berjalanlah lurus di taman bunga, lalu petiklah bunga yang paling indah menurutmu dan jangan pernah kembali ke belakang!!"
Setelah berjalan dan sampai di ujung taman, Gibran kembali dengan tangan hampa.
Lalu sang Guru bertanya : "Mengapa kamu tidak mendapatkan bunga satu pun?"
Gibran : "Sebenarnya tadi aku sudah menemukannya, tapi tidak ku petik karena aku pikir mungkin yang di depan pasti ada yg lebih indah, namun ketika aku sudah sampai di ujung, aku baru sadar bahwa yg aku lihat tadi adalah yg terindah, dan aku pun tak bisa kembali kebelakang lagi"
Sambil tersenyum sang Guru berkata : "Yaa... itulah hidup, semakin kita mencari kesempurnaan, semakin pula kita tak akan pernah mendapatkannya, karena sejatinya kesempurnaan yg hakiki tidak akan pernah ada, yg ada hanyalah keikhlasan hati kita untuk menerima kekurangan". • Bila tidak mungkin memberi, Jangan mengambil, • Bila mengasihi terlalu sulit, Jangan membenci, • Bila tidak bisa menghibur orang, Jangan membuatnya sedih, • Bila tidak mungkin meringankan beban orang, Jangan memberat kannya, • Bila tidak bisa memuji, Jangan menghujat, • Bila tidak bisa menghargai, Jangan menghina, • Bila tidak suka bersahabat, Jangan bermusuhan apalagi menjelekan

Jangan hanya melihat dari satu sisi, baik dan buruk itu relatif





(tulisan ini dibuat bukan untuk mengungkap sejarah karna sejarah milik pemenang perang namun untuk membuktikan bahwa baik dan buruk itu relative dan jangan hanya melihat hanya dari satu sisi)


Dalam kisah Ramayana diceritakan bahwa perang antara Rama dan Rahwana disebabkan oleh Rahwana yang menculik Dewi Sintha,istri Sri Rama.  Rama digambarkan dengan seseorang yg baik, tampan dan jujur, seorang ksatria yang gagah berani sebaliknya Rahawana selalu digambarkan sebuah pribadi yg kejam, namum ada beberapa hal yang janggal yang ditemukan setelah membaca cerita Ramayana. Berikut kronologi Kisah Ramayana.

1.      Sri Rama adalah anak Raja Ayodyapura namun karena ayahnya telah berjanji kepada salah satu istrinya maka adik tirinyalah yang menjadi Raja Ayodyapura, adiknya bernama Bharata.kemudian ia dan adiknya yang bernama laksmana pergi kedalam hutan bersama istrinya, dewi sita yang ia menangkan melalui sayembara.
2.      Ketika melakukan pertapaan, adik perempuan dari raja Alengka, melihat mereka bertiga.
3.      Adik Rahwana merasakan jatuh cinta kepada laksmana ( adik Sri Rama) namun laksmana menolak cinta dari adik Rahwana karena telah bersumpah untuk membujang seumur hidup dan setia kepada Sri Rama. Laksmana kemudian memotong hidung dari adik Rahwana.
4.      Adik Rahwana mengadu kepada Rahwana bahwa ia telah disakiti oleh laksmana,kemudian dengan amarah Rahwana mencari laksmana namun ia terpesona oleh paras dewi sita.
5.      Ia kemudian berubah menjadi kijang emas, saking indahnya kijang itu. Dewi sita merengek-rengek kepada Sri Rama untuk menangkap kijang tersebut,kemudian Sri Rama meminta adiknya untuk menjaga dewi sita. Sri Rama akhirnya mengejar kijang tersebut hingga jauh kedalam hutan.
6.      Setelah sekian lama tidak kembali,dewi sita meminta laksmana untuk menyusul Sri ram kedalam hutan, akhirnya laksmana menuruti permintaan dewi sita dan membuatkan lingkaran yang tidak dapat di tembus oleh siapapun dan meminta dewi sita agar tidak keluar dari lingkaran tsb hingga mereka kembali.
7.      Rahwana akhirnya menyamar sebagai pengemis tua yang kelelahan dan meminta sedekah kepada dewi sita, akhirnya dewi sita keluardari lingkaran tersebut,kemudian rahwana membawa lari dewi sita namun di perjalanan ke Alengka,ia dihalangi oleh jatayu, terjadilah perang antara Jatayu dan Rahwana, Akhirnya Jatayu kalah.
8.      Sesampainya di Alengka,rahwana membuatkan istana yang megah dengan taman yang indah serta beberapa dayang – dayang terbaik untuk menemani dewi sita.
9.      Sekembalinya dari hutan Sri Rama dan Laksmana tidak menemukan dewi sita, akhirnya mereka mencari di sekeliling daerah tersebut. Kemudian mereka bertemu dengan Jatayu yang Sekarat. Dan jatayu memberitahukan bahwa Dewi sita diculik oleh rahwana ke Alengka.
10.  Dalam perjalanan ke Alengka Sri Rama bertemu dengan sugriwa, yang disiksa oleh subali, dan dengan bantuan Sri Rama,akhirnya Subali Berhasil di bunuh, sugriwa akhirnya naik tahta dan menjadi Raja. Dan ikut membantu membangun Jembatan menuju Alengka.
11.  Sesampainya di Alengka mereka menyerang kerajaan Alengka dan dengan bantuan dari Wibisana, adik dari Rahwana, Rahwana akhirnya gugur di medan perang  dan menyelamatkan dewi sita.
12.  Laksmana menjadi Raja di Alengka, menggantikan Rahwana karna saudara – Saudaranya beserta anak – anak dari Rahwana telah gugur di medan perang.
13.  Sri Rama meminta dewi sinta melompat kedalam api untuk membuktikan bahwa dewi sita masih suci.


Dari kisah tersebut ada beberapa hal yang mungkin bisa di pertimbangkan dalam penggambaran tokoh di cerita Ramayana.
-          Rahwana digambarkan sebagai sosok Raja yang Jahat,Kejam dan  beberapa Sifat Buruk lainnya. padahal ia adalah sosok perwira yang digambarkan sangat romantic dan juga setia kepada negaranya.
-          Namun ia membuatkan sebuah istana yang megah dengan taman yang indah untuk dewi sita. Jika ia digambarka memiliki sifat – sifat buruk tersebut,mengapa ia harus membuatkan istana yang indah untuk dewi sita.
-          Selama “disekap” tidak pernah sekalipun Rahwana menyentuh dewi sita, jika rahwana memang memiliki sifat – sifat Raksasa, mengapa ia harus sabar menunggu dewi sita dan tidak memaksa dewi sita dengan cara – cara yang kejam ( rahwana Digambarka sebagai raja yang sangat kejam)
-          Rahwana membuktikan bahwa ia adalah lelaki yang romantis dengan memiliki banyak istri.
-          Untuk memperjuangkan cintanya kepada dewi sita,ia rela memenggal kepala anaknya yang memiliki wajah yang mirip dengan Sri Rama. Dan diberikan kepada dewi sita.
-          Untuk membela negaranya yang diserang oleh sri Rama, Rahwana beserta semua saudara dan anak - anaknya gugur di medan perang.
-          Kumbakarna, adik Rahwana digambarkan sebagai sosok yang kerjanya hanya makan dan tidur namun banyak kisah yang mengangkat bagaimana sifat keperwiraanya dan Cinta negaranya kepada kerajaan Alengka.
-          Indrajit merupakan anak kesayangan dari rahwana, namun ia gugur bersama kesetiaannya terhadap sang ayah dan negaranya. 
-          Diceritakan dari sebuah sumber ketika Rahwana Gugur, kematiannya diiringi oleh isak tangis dari rakyat Alengka dan para istrinya. Sungguh aneh jika seorang yang dictator dan kejam mendapat iring – iringan tangis kehilangan dari para istri dan rakyatnya.
-          Bahkan ada beberapa sumber yang menyatakan bahwa Rahwana sangat dipuja di Sri Langka.
-          Beberapa kemenangan dari pihak Sri Rama diceritakan dilakukan denga tipu muslihat, seperti meminta wibisana untuk memberitahu kelemahan – kelemahan dari Rahwana dan beberapa saudaranya.
-          Ada istilah cinta tidak mengenal masa lalu maupun masa depan,harta dan tahta dan menerima pasangannya apa adanya., namun Sri Rama meminta dewi sita untuk melompat kedalam api untuk membuktikan bahwa ia masih suci.

etelah Sinta kembali ke tangan Rama mengapa Rama masih mempertanyakan kesucian Sinta bahkan sebagai pembuktian Sinta rela nyemplung kedalam api.??  - See more at: http://muassamudra.blogspot.com/2013/01/belajar-cinta-kepada-rahwana.html#sthash.GB97CCr3.dpuf


-          Wibisana, adik dari Rahwana digambarkan sebagai sekutu yang membantu sri rama untuk membunuh Rahwana dengan cara memberitahu kelemahan – kelemahan Rahwana dan strategi perang Alengka. Dimanakah letak setia kepada Negara dan rasa persaudaraannya?

di balik penggambaran itu, Sri Ramapun memiliki banyak kelebihan seperti mau mengalah demi kasih sayangnya kepada ayahnya. Dan laksmana mau mengabdi dan setia kepada kakaknya walaupun kakaknya bukan kakak kandungnya dan pada saat itu sri rama hanyalah seseorang yang tidak memiliki kekuasaan yang akan pergi kedalam hutan untuk pengasingan. Begitu juga dengan dewi sita yang tidak tergoyahkan oleh Raja yang sangat Romantis bernama Rahwana. Bahkan Sri Ram digambarkan sebagai awatara ke 7. Awatara adalah Titisan dari dewa Wisnu sebagai pemelihara yang turun kedunia untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran.
sebuah kehidupan pasti memiliki warna  hitam dan putih. Antara kebenaran dan kejahatan.. Semua itu seakan menjadi refleksi dlam hidup ini. Tapi itu bukan hal yg absolute. Melainkan sesuatu hal yg relatif. Terkadang yang hitam tidaklah selalu hitam dan yg putih tidak selalu putih. tapi memang seperti itulah kenyataannya. dan terkadang didalam sesuatu hal yg buruk tersimpan sesuatu hal yg baik. Kecenderungan manusia itu slalu menilai sesuatu dari sisi buruknya saja.

Apalagi kalau orang sudah di cap sebagai pribadi yang g buruk karena cerita di masa lalunya maka tidak ada satu pun sesuatu kabaikan dari dirinya yg pantas di hargai. Inilah mindset keliru yg dimiliki oleh masyarakat. Bahkan ada kata kata bijak yang menyatakan bahwa semua orang suci memiliki masa lalu dan seorang pendosa pun masih memiliki masa depan jadi, sangat salah jika masih menghakimi seseorang hanya melihat dari satu sisi.

Hitam dan putih, baik dan buruk itu relatif, smua berjalan scara beriringan atau dalam agam hindu di sebut juga dengan  RWABINEDHA ( keseimbangan) . lebih baik, melihat sesuatu itu dari banyak perspektif sehingga kita bisa mendapatkan lebih banyak pelajaran.