Tuesday, 3 September 2013

PAPUA (SURGA EMAS YANG MENANGIS)


Mari Kita Jaga  Papua
Papua Milik Kita Bersama



Papua adalah bagian dari Negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) yang juga sebenarnya adalah pulau yang sangat kaya dengan sumber daya alam dan juga budayanya yang sampai saat ini masih bertahan. Namun di balik itu,kekayaan sumber daya alam Papua tidak semuanya dinikmati oleh penduduk pribumi Papua. Karna,di balik kekayaan negri cendrawasih ini,tersimpan juga cerita para penduduk pribumi Papua yang masih menggunakan koteka (di luar kebudayaan mereka) dan hidup di bawah garis kemiskinan. Mengapa hal ini bisa terjadi di daerah sekaya Papua? Seperti masalah klasik lainnya,hasil bumi negri ini di kelola oleh investor yang bukan penduduk pribumi,dari luar Papua hingga luar Indonesia.

 
 Hasil bumi yang di kelola bukanlah hasil bumi yang murah,melainkan hasil bumi yang sangat berharga berupa emas. Di bandingkan dengan mata uang manapun,emas jauh lebih berharga. Karna nilai emas tidak akan sering berubah di banding kurs atau nilai dari mata uang manapun. Dilihat dari segi manapun,kemiskinan sangat terlihat di negri ini,bahkan sudah sering kondisi ini di angkat ke dalam film seperti film DENIAS,yang menceritakan seorang putra Papua yang berjuang untuk mendapatkan pendidikan.



 Selain itu sering terdengar cerita para putra putri Papua yang memiliki prestasi nasional dan internasional yang sudah sering membanggakan Indonesia walaupun fasilitas fasilitas penunjang untuk mengasah prestasi mereka masih terbilang minim di banding dengan fasilitas yang di dapatkan oleh anak anak di kota besar seperti Jakarta sehingga perjuangan mereka jauh lebih hebat di banding anak anak di kota besar. 


Namun pemerintah masih terlihat belum memberikan perhatian yang maksimal untuk negri paling ujung Indonesia ini.  Pernah di sebuah stasiun televisi,sebuah berita khusus yang mengangkat beberapa orang relawan yang “rela mengabdi” di sebuah pelosok Papua sebagai tenaga pengajar dan dokter,namun terlihat sangat lucu jika di sebuah daerah penghasil emas,dan memiliki daerah yang sangat potensial di berbagai bidang namun terlihat sangat miskin. Mungkin banyak yang berpendapat bahwa jarak adalah alasan Papua menjadi seperti ini, namun ini adalah sebuah alasan yang sangat bodoh,mengapa?

 Zaman ini,dunia tidaklah memiliki batasan. Antara amerika dan Papua,Papua jauh lebih dekat daripada amerika tapi mengapa pergi ke amerika lebih terlihat lebih dekat di banding pergi ke Papua? Andai pemerintah memberikan kepedulian yang maksimal kepada negri cendrawasih ini,jarak mungkin bisa di atasi. Selain itu Papua mungkin seperti di jajah, banyak fakta yang bisa di dapat seperti:

1.      Pengeloalaan SDA (sumber daya alam lebih banyak di mamfaatkan oleh orang asing dan hanya sedikit pemasukan yang di dapat oleh pemerintah daerah dari investor karna lebih banyak di “setorkan” ke pusat.
2.      Banyak orang asing datang ke Papua dengan tujuan untuk meneliti hewan langka dan tumbuhan langka yang ada di Papua,bahkan masih banyak hewan dan tumbuhan di negri cendrawasih ini yang belum pernah di temukan sebelumnya. Jika meneliti mungkin bukan masalah yang besar, tapi jika hewan/tumbuhan yang mereka temukan,mereka bawa ke negri asal mereka dengan alasan untuk di teliti, dan kemudian mengembang-biakannya dan akhirnya di akui. Hal ini menjadi hal yang cukup menakutkan karna para wakil rakyat masih sibuk mengungkap “Kekotoran Negri ini” dengan berbagai teori beserta pasal – pasalnya.
3.      Dan masih banyak “penjajahan” yang belum terungkap di negri Papua .

Dan seiring dengan perjalanan waktu, beberapa kelompok masyarakat membentuk organisasi Papua merdeka atau yang disingkat menjadi OPM. Hal ini mungkin di dasari oleh pemerintah yang tidak memberikan perhatian maksimal kepada Papua. Dan melihat potensi besar yang di miliki oleh negri ini,mungkin menjadi sebuah Negara yang mandiri seperti timor leste atau yang dulu di sebut dengan Timor timur (TIMTIM) menjadi pilihan yang lebih baik di bandingkan dengan menunggu perhatian dari pemerintah yang sibuk membahas peraturan – peraturan, pembanguan dan membahas anggaran Negara. Sehingga sering terdengar jika Negara lain lebih perhatian di banding negara sendiri. Dan semoga perhatian itu bukan karena ada maksud lain seperti ingin menjajah dengan strategi politiknya. Dan jika di pikir pikir, organisasi Papua merdeka (OPM) memiliki tujuan yang dikategorikan bukan hal yang salah. Namun bagaimanapun Papua adalah bagian dari INDONESIA. Warisan dari perjuangan para pahlawan kita. (Masih ingat dengan sejarah pembebasan irian barat?) jangan pernah lupa jika papua juga adalah rumah kita,mereka yang berada disana juga adalah saudara – saudara kita,walau jarak yang memisahkan cukup jauh. Mari kita bersama jaga NEGRI PAPUA,Negri yang sangat indah, dimana masyarakatnya sangat menghargai budaya dan pekerja keras. walau saat ini hampir setiap hari terjadi penembakan yang menyebabkan banyak nyawa melayang,namun kita harus tetap berpikir jernih dan mari berdoa untuk semua saudara kita disana agar kedamaian bisa kembali di bumi cendrawasih yang kita banggakan bersama. 


Banyak hal yang bisa di pelajari dan di tiru dari saudara – saudara kita di Papua. Seperti:
·         Makanan pokok mereka adalah Sagu,dan dibandingkan cara memperoleh sagu dan cara memasak hingga bisa di makan dengan cara kita memasak nasi. Memperoleh dan memasak sagu,memerlukan proses yang panjang di mulai dari menebang hingga sagu bisa di makan,bandingkan dengan kita yang memperoleh beras dari warung deket rumah dan memasaknya menggunakan rice cooker.. perjuangan mereka sangatlah berat.
·         Banyak dari pelajar disana yang harus menempuh perjalanan hingga puluhan kilometer dengan berjalan kaki untuk mencapai sekolah. Dan masih banyak sekolah tsb masih memiliki fasilitas yang minim. Bandingkan dengan kita yang sudah memiliki sekolah dengan standar internasional, namun ketika gerimis datang,bolos menjadi pilihan yang tepat (walaupun gak semua pelajar kaya gitu).
·         Dalam menjalankan aktivitasnya mereka (orang – orang papua) terbiasa berjalan kaki berpuluh – puluh kilometer. Sedangkan kita (para manusia Indonesia malas), menuju tempat yang jaraknya 10 meter aja udah naik motor.  So mari kita kurangi polusi udara dan mulailah berjalan kaki untuk mencapai tempat yang masih bisa di jangkau dengan berjalan kaki.
·         Makanan mereka sangatlah sederhana dengan sayuran yang masih segar karna tinggal metik dari kebun yang belum terjamah racun plestisida sehingga orang – orang papua sangat sehat di banding kita yang terbiasa makan makanan penuh pengawet dengan sayur yang di benci ulat karna mengandung pestisida kadar mematikan (untuk ulat). So harus nyoba nanem sayur sendiri,hitung hitung mengurangi efek rumah kaca.
·         Masih menghargai budaya nenek moyang,sampai saat era globalisasi seperti sekarang,mereka masih sangat menjaga budaya asli mereka. Bahkan kadang kadang orang sekelas bupati masih tidur di rumah tradisional papua yang kalau malam bisa membuat masuk angin. Padahal untuk membeli rumah dengan tembok setebal lapangan bola bisa di beli. (emang ada rumah yang temboknya setebel lapangan sepak bola?)  
·         Sangat menghargai kesenian lokal,hiburan mereka berupa tarian tradisional papua dengan riasan yang khas dan terlihat sangat garang di banding SM*SH yang menari kemayu dan meniru budaya korea. 
·         Alat berburu masih sangat sederhana yang masih menggunakan panah, tombak, parang, perangkap sederhana dan buluh yang di tiup sehingga melontarkan peluru sederhana khas suku mereka sehingga masih menjaga ekosistem hutan di tanah papua. Dan hasil buruannya kalau di makan tidak menyisakan peluru yang bisa membuat orang yang memakan keselek jika menggunakan senjata laras panjang untuk berburu dengan peluru caliber 17cm (mustahil).
·         Jika terjadi konflik antar desa mereka dengan berani mengangkat senjata dan berperang untuk mempertahankan wilayah dan harga diri. Bandingkan dengan pemerintah yang hanya diam ketika banyak orang Malaysia yang menginjak injak martabat Indonesia dengan cara menyiksa para TKI seperti menyiksa binatang peliharaan. Andaikata, dulu soekarno jadi mengganyang Malaysia….
 Dan masih banyak yang bisa kita tiru dari orang papua. Sehingga kita semua harus ikut menjaga PAPUA yang tercinta (walaupun hanya lewat doa dan kampanye online via facebook dan twiter)  agar “penjajahan” di papua oleh para investor segera berakhir dan semoga pemerintah dan organisasi papua merdeka dapat menemukan jalan terbaik yang tidak merugikan kedua belah pihak serta masyarakat. Karna papua milik kita bersama dan kewajiban kita untuk ikut menjaga dan ikut serta berbangga memiliki daerah seindah papua dengan segala keindahannya seperti cendrawasih dang bunga bangkai raksasanya.

By 
Made Gorbi Irawan 
Singaraja Bali
Rabu 13 juni  2012. 05.30 am

Keep Struggle

Kisah Nyata..
sebuah perjuangan





Dua orang anak berusia 8 th menuangkan bensin ϑi kompor utk mendptkan KEHANGATAN.

LEDAKAN HEBAT pun terjadi ϑαn merenggut nyawa salah seorang ϑiantaranya.

Anak yg satunya mengalami LUKA BAKAR ϑi kaki ϑαn dokter menyarankan segera DIAMPUTASI agar ťίdaĸ menyebarkan INFEKSI.

Tetapi orang tuanya berkata, "kita tunggu saja beberapa hari."

Hal ini berlangsung beberapa minggu ϑαn kaki anak i†u SEMBUH tetapi kaki kirinya lebih pendek 6,4 cm.

"Ia tdk akan pernah bisa BERJALAN!" kata dokter.

Î’eberapa minggu kemudian, ternyata anak i†u bisa berjalan dgn bantuan TONGKAT PENYANGGA.

Dokter memprediksi,"Ia tdk akan bisa berjalan TANPA TONGKAT!"

Tetapi dlm beberapa minggu, anak i†u membuktikan bisa BERJALAN TANPA TONGKAT.

Lagi2 dokter berkata," Ia bisa BERJALAN, tapi tdk akan pernah BERLARI !"

Tetapi anak i†u belajar BERLARI !

Tahukah Anda bhw anak yg dimaksud i†u adalah Glenn Cunningham yang telah memenangkan MEDALI EMAS ϑαn memecahkan REKOR DUNIA 1500 m dlm waktu 4 menit 8 detik !




Bgmn bisa seorg anak yg "DIPREDIKSI" menderita KELUMPUHAN namun kenyataannya ia BERHASIL menjadi seorang JUARA ϑi lintasan lari ?

Karena ia punya
SEMANGAT PANTANG MENYERAH terhadap keadaan !
Dan itulah yang menjadi KEKUATANNYA !

Ingat,
hidup kita tidak tergantung pada PREDIKSI orang, hidup kita BERGANTUNG pada apa yang ϑikatakan TUHAN !

Dan apa yang ϑikatakan TUHAN tentang HIDUP kita adalah menjadi LEBIH dari PEMENANG !

Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

-Dikutip dari Kisah nyata-

Tuhan selalu menyimpan sebuah rencana yang besar untuk kita semua

semua terjadi karena suatu alasan


Dari 43.000 pelamar, kemudian m'jadi 10.000 orang, & kini aku m'jadi bagian dari 100 orang yg b'kumpul untuk penilaian akhir.

Ada simulator, uji klaustrofobi , latihan ketangkasan , p'cobaan mabuk udara.

Siapakah di antara kami yg bisa melewati ujian akhir ini?

Tuhan, biarlah diriku yg t'pilih, begitu aku b'doa.

Lalu tibalah berita yg m'hancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah.

Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi.

Rasa percaya diriku lenyap, & amarah m'gantikan kebahagiaanku.

Aku m'pertanyakan semuanya.
Kenapa Tuhan?
Kenapa bukan aku?
Bagian diriku yg mana kurang?
mengapa aku di perlakukan kejam?

Aku berpaling pada Ayahku. Katanya “Semua terjadi karena suatu alasan.”

Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul b'sama teman2 untuk melihat peluncuran Challanger.

Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk trakhir kalinya.

TUHAN, Sebenarnya aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dlm pesawat itu.

Kenapa bukan aku?

73 detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku & menghapus semua keraguanku.

Pesawat Challanger meledak, &
menewaskan semua penumpang.

Aku teringat kata2 ayahku,
”Semua t'jadi karena suatu alasan.”

Aku tidak t'pilih dalam penerbangan itu, walaupun Aku sangat m'ginginkannya karena TUHAN memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini.

Aku memiliki misi lain dlm hidup.
Aku tidak kalah; aku seorang pemenang.

Aku menang krn aku telah kalah.

Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk b'syukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.

T'nyata, TUHAN m'gabulkan doa kita dengan 3 cara :

1. Apabila TUHAN m'gatakan YA;
maka kita akan M'DAPATKAN APA YG KITA MINTA.

2. Apabila TUHAN m'gatakan TIDAK; maka kita akan M'DAPATKAN yg LEBIH BAIK.

3. Apabila TUHAN m'gatakan TUNGGU; maka kita akan M'DAPATKAN yg T'BAIK sesuai dengan kehendak- NYA.




Tuhan selalu menyimpan sebuah rencana yang besar untuk kita semua






-Dikutip dari Kisah nyata-

Lingkungan Akan Menentukan Pikiran Kita.



Suatu ketika seorang pria menelepon Norman Vincent Peale. Ia tampak sedih.Tidak ada lagi yang dimilikinya dalam hidup ini. Norman mengundang pria itu untuk datang ke kantornya.

“Semuanya telah hilang. Tak ada harapan lagi,” kata pria itu.

“Aku sekarang hidup dalam kegelapan yang amat dalam. Aku telah kehilangan hidup ini”.

Norman Vincent Peale, penulis buku “The Power of Positive Thinking”, tersenyum penuh simpati.

“Mari kita pelajari keadaan anda,” katanya Norman dengan lembut.

Pada selembar kertas ia menggambar sebuah garis lurus dari atas ke bawah tepat di tengah-tengah halaman. Ia menyarankan agar pada kolom kiri pria itu menuliskan apa-apa yang telah hilang dari hidupnya. Sedangkan pada kolom kanan, ia menulis apa-apa yang masih tersisa.

“Kita tak perlu mengisi kolom sebelah kanan,” kata pria itu tetap dalam kesedihan.

“Aku sudah tak punya apa-apa lagi.”

“Lalu kapan kau bercerai dari istrimu?” tanya Norman.

“Hei, apa maksudmu? Aku tidak bercerai dari istriku. Ia amat mencintaiku!”

“Kalau begitu bagus sekali,” sahut Norman penuh antusias.

“Mari kita catat itu sebagai nomor satu di kolom sebelah kanan “Istri yang amat mencintai”.

“Nah, sekarang kapan anakmu itu masuk penjara?”

“Anda ini konyol sekali. Tak ada anakku yang masuk penjara!”

“Bagus! Itu nomor dua untuk kolom sebelah kanan “Anak-anak tidak berada dalam penjara.” kata Norman sambil menuliskannya di atas kertas tadi.

Setelah beberapa pertanyaan dengan nada yang serupa, akhirnya pria itu menangkap apa maksud Norman dan tertawa pada diri sendiri.

“Menggelikan sekali. Betapa segala sesuatunya berubah ketika kita berpikir dengan cara seperti itu,” katanya.

Lingkungan akan menentukan Pikiran Kita. Lingkungan akan berbuat positif kepada kita jika Kita mempersepsikannya baik, sebaliknya Lingkungan akan berbuat negatif kepada kita ketika kita mempersepsikan sebaliknya.

Kata orang bijak, bagi hati yang sedih lagu yang riang pun terdengar memilukan. Sedangkan orang bijak lain berkata, sekali pikiran negatif terlintas di pikiran, duniapun akan terjungkir balik. Maka mulailah hari dengan selalu berfikir positif.

Tuliskanlah hal-hal positif yang Kita pernah dan sedang miliki dalam hidup ini, bebaskan pikiran-pikiran kita dari hal-hal negatif yang hanya akan menyedot energi negatif dari luar diri kita.

Dengan berfikir positif kehidupan ini akan terasa amat indah dan tidaklah sekejam yang kita bayangkan. Objek-objek yang berada di sekitar kita akan sangatlah tergantung dari bagaimana cara kita memandang dan mempersepsikannya.



Dikutip dari Kisah nyata

pesan Bunda Teresa (part I)






TERUSLAH BERBUAT BAIK

Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih ; tapi bagaimanapun, berbaik hatilah.
Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu; tapi bagaimanapun, jujur dan terbukalah.
Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan, mungkin saja orang lain jadi iri; tapi bagaimanapun, berbahagialah.
Bila engkau sukses, engkau akan mendapat beberapa teman palsu, dan beberapa sahabat sejati; tapi bagaimanapun, jadilah sukses.
Apapun yang engkau bangun selama bertahun-tahun bisa jadi akan dihancurkan orang lain hanya dalam satu malam; tapi bagaimanapun, bangunlah dan teruslah berkarya.
Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin saja besok sudah dilupakan orang; tapi bagaimanapun, teruslah berbuat baik.
Bagaimanapun, berikan yang terbaik dari dirimu sebaik-baik yang dapat engkau lakukan.
Pada akhirnya, engkau akan tahu bahwa ini adalah urusan antara engkau dan Tuhanmu, Bukan urusan antara engkau dan mereka.


-Bunda Teresa